Apa Itu Mining Bitcoin ? Mengenal Lebih Jauh tentang Produksi Bitcoin

Apa Itu Mining Bitcoin

Share :

Kanalcoin.com –  Sesuai dengan namanya, mining bitcoin bisa diartikan sebagai proses penambangan bitcoin. Mungkin, bagi Anda yang masih awam dengan dunia bitcoin, akan membayangkan penambangan seperti halnya hasil tambang, berupa emas, batu bara, dan mineral selainnya.

Akan tetapi, penambangan bitcoin yang ada di sini dimaksudkan untuk mendapatkan mata uang digital paling terkenal di dunia saat ini, yakni bitcoin. Selain itu, penambangan bitcoin harus menggunakan komputer dengan daya komputasi yang sangat tinggi.

Penambangan bitcoin bukan menggunakan alat-alat berat seperti yang digunakan dalam proses pertambangan batu bara, minyak bumi, atau mineral selainnya. Orang yang melakukan penambangan bitcoin biasanya disebut dengan miner.

Dalam artikel insight kali ini, kami akan sedikit menjelaskan kepada Anda mengenai apa itu mining bitcoin dan cara kerja mining bitcoin. Berikut sedikit ulasannya untuk Anda.

Apa Itu Mining Bitcoin?

Proses penambangan bitcoin atau mining bitcoin adalah kegiatan untuk mendapatkan bitcoin dengan menggunakan sistem komputer. Proses penambangan bitcoin ini tidak seperti penambangan mineral yang dibayangkan, tetapi menggunakan komputer dengan daya komputasi yang sangat tinggi.

Akan tetapi, sebelum mengetahui soal penambangan bitcoin atau mining bitcoin ini, Anda perlu mengetahui terlebih dahulu soal blockchain. Singkatnya, blockchain merupakan sekumpulan rantai blok yang berisi komponen-komponen kriptografi.

Komponen-komponen kriptografi inilah yang harus dihadapi oleh seorang penambang dalam proses penambangan bitcoin. Ketika komponen kriptografi tersebut berhasil dipecahkan oleh penambang, maka penambang tersebut akan mendapatkan bitcoin yang diinginkan.

Karena komponen kriptografi yang ada dalam blockchain ini sangat sulit, dibutuhkan komputer dengan daya komputasi tinggi. Selain itu, daya listrik untuk menghidupi komputer ini pun juga harus tinggi karena kinerja yang tinggi untuk memecahkan komponen kriptografi yang sangat sulit.

Penambangan bitcoin atau mining bitcoin memiliki tujuan untuk membuat node bitcoin menjadi mungkin mencapai konsensus yang aman dan tahan gangguan. Selain itu, mining bitcoin bisa dibilang sebagai proses mekanisme memperkenalkan bitcoin ke dalam sistem yang sedang dibuat.

Proses penambangan bitcoin ini memang sangat sulit. Oleh karena itu, tidak sembarangan orang bisa melakukan mining bitcoin. Terlebih lagi, proses penambangan bitcoin membutuhkan biaya yang tinggi. Hal itu dikarenakan mining bitcoin membutuhkan peralatan dan daya listrik yang sangat mahal.

Maka dari itu, Anda yang belum memiliki keahlian dan modal dalam mining bitcoin, lebih baik menggunakan jasa penambang atau yang disebut dengan miner. Para penambang yang sudah ahli dalam bidang mining bitcoin biasanya akan menerima upah berupa biaya transaksi dan komisi dari sejumlah bitcoin yang sedang ditambang.

Bagaimana Cara Kerja Mining Bitcoin?

Sebelum masuk ke proses atau cara kerja mining bitcoin, coba kita cari tahu dulu mengenai hasil dari mining bitcoin. Proses mining bitcoin bisa menghasilkan dua hal yang sangat penting dalam dunia kripto saat ini.

Hasil pertama dari proses mining bitcoin tentunya adalah bitcoin baru itu sendiri yang bisa digunakan dalam transaksi maupun sebagai investasi. Sementara itu, hasil kedua dari proses mining bitcoin adalah jaringan pembayaran bitcoin yang dapat dipercaya dan aman.

Kedua hasil tersebut baru akan bisa terwujudkan jika miner atau penambang bisa memecahkan teka-teki dari komponen kriptografi yang ada di dalam jaringan blockchain itu sendiri.

Untuk alur mining bitcoin sendiri dimulai dari proses verifikasi transaksi yang akan dilakukan apakah valid atau tidak. Jika transaksi sudah valid, proses akan dilanjutkan pada tahap mengumpulkan transaksi-transaksi yang ada tersebut ke dalam satu blok.

Blok yang sudah terisi oleh berbagai transaksi tadi akan dilengkapi dengan hash dari header blok yang sebelumnya sudah ada. Jika sudah, penambang akan menyelesaikan masalah yang disebut proof-of-work atau bukti kerja.

Proof of work sendiri sebenarnya merupakan proses komputasi yang kompleks sebelum memasukkan blok transaksi ke dalam blockchain. Penambang nantinya akan mencoba untuk menghasilkan angka heksadesimal 64 digit yang disebut dengan hash dengan jumlah kurang dari atau sama dengan hash target.

Tingkat kesulitan untuk menyelesaikan ‘masalah’ yang ada di dalam proof of work ini pun saat ini lebih dari 13 triliun. Itu berarti kalau komputer biasa hanya bisa menghasilkan hash di bawah target dengan peluang 1 banding 13 triliun.

Oleh karena itu, dibutuhkan sistem komputer yang tinggi untuk menambang bitcoin agar peluang terwujudnya hash di bawah target bisa lebih tinggi. Namun, bukan tidak mungkin, semakin maju zaman semakin tinggi pula tingkat kesulitan yang akan terjadi.

Penambangan atau mining bitcoin yang semakin kompetitif ini pun akhirnya hanya bisa dilakukan dengan optimal menggunakan ASIC terbaru. Ketika penambang menggunakan komputer desktop, GPU, atau model ASIC lawas, pendapatan yang didapatkan bisa lebih rendah dari konsumsi energi yang digunakan.

Kalau proses penyelesaian proof of work ini sudah selesai, blok transaksi yang tadi kita buat akan secara otomatis ditambahkan ke dalam blockchain dan disebarkan ke dalam jaringannya. Proses rumit inilah yang membuat harga bitcoin menjadi sangat tinggi.

Bitcoin Cloud Mining

Saat ini, ada juga teknologi atau sistem bitcoin cloud mining. Penambang yang memilih menggunakan bitcoin cloud mining akan membeli CPU power dari data center yang menggunakan perlengkapan untuk melakukan aktivitas mining bitcoin.

Jadi, penambang tidak perlu memiliki pengetahuan yang mendalam soal hardware mining dan tidak perlu susah-susah bekerja dekat dengan mesin mining bitcoin secara langsung. Penambang hanya perlu menyewa hash power untuk memproduksi bitcoin.

Biasanya, para penambang seperti ini akan memilih data center di Islandia dan Tiongkok. Hal itu dikarenakan kedua negara tersebut memiliki biaya listrik lebih murah yang bisa menghemat modal dan menambah pemasukan.

(*)

Muhammad Zaki Fajrul Haq
Author: Muhammad Zaki Fajrul Haq

Follow me at @mzfajrulhaq (Instagram) or @ZakiFajrul (Twitter).

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments