Apa Itu Altcoin? Mengenal Token Alternatif Selain Bitcoin

Apa Itu Altcoin

Share :

Kanalcoin.com –  Apa itu Altcoin ? Secara harfiah, altcoin berasal dari dua kata, yaitu alternative dan coin. Dengan demikian, bisa dibilang altcoin adalah seluruh token atau mata uang kripto selain bitcoin. Sejak bitcoin diciptakan pada 2009, telah muncul lebih dari 5.000 altcoin yang beredar di pasaran.

Altcoin hadir bisa dibilang untuk mengatasi kekurangan yang dimiliki oleh bitcoin. Altcoin memang tidak memiliki berbagai fitur dan kelebihan yang dimiliki oleh bitcoin. Akan tetapi, altcoin juga memiliki kelebihan yang bisa jadi tidak dimiliki oleh bitcoin.

Bahkan, pada April 2020, volume perdagangan altcoin mencapai 35 persen dari kapitalisasi pasar. Sejarah pernah mencatat pada 2018 lalu, salah satu jenis altcoin, yakni Ether, bisa mencapai 30 persen dari nilai kapitalisasi pasar kripto.

Harga yang terjangkau dan basis keamanan yang lebih baik dibandingkan daripada bitcoin menjadi alasan utama para trader untuk memilih altcoin dibandingkan dengan bitcoin. Bahkan, saat ini, harga bitcoin sangat tinggi, sehingga para trader pemula biasanya akan memilih altcoin.

Lantas, apa saja jenis altcoin yang beredar di pasar mata uang kripto? Berikut sedikit penjelasan mengenai berbagai jenis altcoin dan contoh-contohnya.

1. Altcoin Berbasis Penambangan

Altcoin jenis ini memiliki kesamaan yang banyak dengan bitcoin. Untuk mendapatkan altcoin jenis ini, Anda harus melakukan proses penambangan terlebih dulu. Anda bisa mendapatkan altcoin jenis ini lewat jasa penambangan mata uang kripto.

Salah satu altcoin berbasis penambangan yang paling terkenal dan memiliki nilai kapitalisasi pasar terbesar di pasar mata uang kripto adalah Ethereum.

2. Altcoin Jenis Stablecoin

Altcoin jenis stablecoin merupakan altcoin yang bertujuan untuk mengurangi volatilitas yang ada pada bitcoin. Dengan demikian, nilai ketidakpastian pada bitcoin yang selama ini dikhawatirkan oleh banyak orang bisa diatasi dengan stablecoin.

Biasanya, stablecoin akan mengikat nilai token ke mata uang fiat yang ada, seperti dolar Amerika Serikat, Euro, atau dalam bentuk emas. Sampai saat ini, stablecoin yang paling terkenal adalah Libra Facebook.

3. Token Sekuritas

Token sekuritas bisa dibilang memiliki sistem seperti halnya saham tradisional pada perusahaan-perusahaan. Token sekuritas ini diluncurkan pada penawaran koin awal atau initial coins offering (ICO).

Token sekuritas ini digunakan untuk mengumpulkan dana sebagai modal mengembangkan teknologi blockchain tertentu. Bagi para pemilik token sekuritas akan mendapatkan manfaat berupa dividen.

4. Token Utilitas

Token utilitas biasanya juga ikut ditawarkan pada saat ICO token sekuritas oleh penerbit token tertentu. Salah satu token utilitas yang terkenal di dunia mata uang kripto adalah filecoin.

Filecoin biasanya ditawarkan kepada para investor untuk bisa ditukar dengan ruang penyimpanan file terdesentralisasi yang baru.

Selain jenis-jenis altcoin dalam garis besar di atas, ada beberapa nama altcoin yang terkenal di pasaran mata uang kripto sampai saat ini. Beberapa nama altcoin yang terkenal di pasar mata uang kripto saat ini, seperti ethereum, ripple, litecoin, dan bitcoin cash.

1. Ethereum

Ethereum bisa dibilang altcoin paling populer, jika dibandingkan dengan altcoin yang lainnya. Bahkan, nilai kapitalisasi pasar Ethereum merupakan yang paling populer kedua setelah bitcoin di pasar mata uang kripto.

Ethereum dibuat oleh Vitalik Buterin pada 2015. Buterin sendiri merupakan mantan anggota tim pengembangan bitcoin asal Rusia. Ethereum yang diciptakan tersebut diharapkan bisa digunakan untuk mengodifikasi, mendesentralisasi, mengamankan, dan memperjualbelikan apa saja.

Ethereum dijalankan pada token kriptografi spesifik platform dengan ‘bahan bakar’ berupa token bernama Ether. Smart Contracts pada Ethereum juga bisa menjadi penjamin keamanan dalam transaksi menggunakan Ethereum. Selain itu, Ethereum memiliki kesamaan dengan bitcoin dalam hal penambangan.

2. Ripple

Ripple merupakan sebuah platform dengan tokennya yang bernama XRP. Ripple diciptakan bukan untuk penggunaan pribadi, layaknya bitcoin. Akan tetapi, Ripple diciptakan lebih untuk jaringan pembayaran digital dalam transaksi keuangan.

Ripple didirikan oleh Chris Larsen dan Jed McCaleb pada 2012 lalu. Dengan demikian, pengguna Ripple biasanya lebih banyak didominasi oleh perusahaan-perusahaan tertentu yang bergerak di bidang transaksi keuangan.

3. Litecoin

Litecoin adalah altcoin yang dibangun berdasarkan pada bitcoin. Litecoin dibuat oleh seorang mantan insinyur di Google bernama Charles Lee. Altcoin yang satu ini dirancang dengan tujuan untuk menjadi bitcoin versi terbaru bagi para trader.

Salah satu keunggulan yang dimiliki litecoin dibandingkan dengan bitcoin adalah blok baru pada litecoin dibuat jauh lebih cepat dibandingkan dengan bitcoin. Pada bitcoin, blok baru dibuat dalam waktu 10 menit.

Akan tetapi, ukuran blok litecoin lebih besar daripada bitcoin. Sehingga, blok yang tidak terpilih pada litecoin akan lebih mudah muncul. Litecoin memang bisa dibilang duplikasi dari bitcoin karena hanya memiliki jumlah terbatas layaknya bitcoin.

4. Bitcoin Cash

Bitcoin cash bisa dibilang merupakan ekstrak dari token bitcoin itu sendiri. Bitcoin cash dihasilkan dari hard-forked dari rantai utama bitcoin. Hard fork sendiri merupakan proses perubahan validasi aturan lama pada blok-blok yang dihasilkan dengan validasi aturan baru.

Bitcoin cash pertama kali diluncurkan pada Agustus 2017 lalu. Bitcoin cash atau biasa disebut dengan BCH dinilai memiliki transaksi lebih cepat dan fleksibel dibandingkan dengan bitcoin.

Akan tetapi, kemurahan harga yang dimiliki bitcoin cash bisa menjadi pemicu lemahnya keamanan dari altcoin yang satu ini. Kendati demikian, bitcoin cash tetap memiliki banyak peminat dan dukungan dari pasar mata uang kripto dengan volume perdagangan yang lumayan.

Sebenarnya, masih ada ribuan altcoin yang ada di pasar mata uang kripto. Akan tetapi, beberapa altcoin yang paling terkenal setelah bitcoin adalah empat altcoin di atas. Anda bisa memilih sesuai dengan kemampuan dan analisis keuangan yang sudah Anda lakukan.

(*)

Muhammad Zaki Fajrul Haq
Author: Muhammad Zaki Fajrul Haq

Follow me at @mzfajrulhaq (Instagram) or @ZakiFajrul (Twitter).

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments