Bagaimana Teknologi BlockChain Bekerja

Bagikan artikel ini :

Blockchain merupakan sebuah konsep teknologi yang mengedepankan keamanan, transparansi dan efisien. Keamanan dalam teknologi ini menggunakan cryptografi untuk meng-enskripsi setiap data yang ditransaksikan dalam jaringan sehingga siapapun sulit untuk merubah nilai dan isi data jaringan tersebut. Teknologi ini juga bersifat transparan, dimana setiap informasi dan data yang dikirim, akan didistribusikan dan disebarluaskan dalam jaringan yang saling terhubung sehingga setiap orang dapat mengetahui setiap transaksi dan informasi yang terjadi dalam jaringan ini. Teknlogi ini juga efisien, dimana data langsung didistribusikan secara peer-to-peer tanpa melalui pihak ketiga sebagai penghubung dari transksi tersebut, seperti halnya transfer uang dari satu tempat ke tempat lain harus melalui instansi perbankan untuk dapat sampai ke rekening yang dituju. Teknologi ini awalnya diusulkan oleh Satoshi Nakomoto dalam sebuah paper yang ia tulis berjudul “Bitcoin : A Peer-to-Peer Electronic Cash System“ untuk memberikan solusi dari transaksi keuangan berbasis internet dengan aman dan cepat.

Cara Kerja Teknologi Blockchain

Teknologi ini bekerja dalam sebuah jaringan yang terdesentralisasi yang saling terhubung, dimana setiap node sama-sama memiliki kontrol untuk menyalurkan dan mendisitribusikan data. Setiap transaksi yang dilakukan secara peer-to-peer , dari satu pihak ke pihak lain, akan didistribusikan ke seluruh node dalam jaringan, kemudian data tersebut akan di autontikasi dan diverifikasi ke absahannya oleh node lain yang terhubung dalam jaringan. Data yang didistribusikan dalam transaksi tersimpan dalam sebuah blok yang memiliki private key dan public key. Keduanya dienskripsi oleh Cryptography yang merupakan identitas digital dari kepemilikan data tersebut. Gabungan dari private key dan public terenskripsi merupakan identitas digital kepemilikan dari suatu data. Setiap transaksi dalam jaringan akan membentuk blok-blok kepemilikan baru yang di autentikasi dan diotorisasi oleh node lain dalam jaringan sehingga Akan terjadi rangkaian transaksi yang tercatat dalam jaringan tersebut.
“Sama revolusionernya, Blockchain benar-benar adalah mekanisme untuk membawa semua orang ke tingkat akuntabilitas tertinggi. Tidak ada lagi transaksi yang terlewatkan, kesalahan manusia atau mesin, atau bahkan pertukaran yang tidak dilakukan dengan persetujuan pihak-pihak yang terlibat. Di atas hal lain, area yang paling penting di mana Blockchain membantu adalah menjamin keabsahan suatu transaksi dengan cara merekamnya tidak hanya pada register utama namun sistem register terdistribusi terhubung, yang kesemuanya terhubung melalui mekanisme validasi yang aman. ” Ian Khan – Pembicara TeDx

Tersebar dalam jaringan distribusi

Setiap data dalam transaksi yang terjadi dalam jaringan ini akan disebarluaskan dalam semua node dalam jaringan tersebut, node yang berhasil memverifikasi dan membentuk blok-blok baru akan mendapatkan nilai dari setiap transaksi. Setiap catatan transaksi akan tersimpan dalam sebuah sebuah blok dalam jaringan ini sehingga mudah untuk menelusuri setiap transaksi yang pernah terjadi. Teknologi ini juga disebut sebagai buku besar dimana setiap transaksi bersifat transparan dan bisa dicek oleh semua orang sehingga teknologi ini disebut memiliki kredibilitas, dan tidak ada siapapun yang bisa mengubah dari nilai data transaksi yang pernah terjadi.
“Saya pikir jaringan terdesentralisasi akan menjadi gelombang teknologi terbesar berikutnya.” – Melanie Swan, Penulis Blockchain.