Wakil Presiden Nigeria Sebut Blockchain dan Crypto Jadi Penantang Bank Konvensional

Yemi Osinbajo Sebut Blockchain dan Crypto

Share :

Kanalcoin.com –  Wakil presiden Nigeria, Yemi Osinbajo, menyebut kalau teknologi blockchain dan mata uang kripto bisa menjadi penantang bank konvensional suatu saat nanti. Bahkan, Osinbajo menyebut kalau hal itu bisa terjadi tanpa diduga.

Pada acara pertemuan puncak ekonomi Nigeria, Jumat (26/2/2021) waktu setempat, wakil presiden Nigeria, Yemi Osinbajo, menyampaikan pandangannya soal teknologi blockchain dan mata uang kripto yang saat ini sedang ramai di dunia.

Pasalnya, Osinbajo memberikan dukungan terhadap penerapan teknologi blockchain dan mata uang kripto. Bahkan, Osinbajo menyebut kalau teknologi blockchain dan mata uang kripto bisa menyaingi bank konvensional yang saat ini ada.

“Tidak diragukan lagi bahwa teknologi blockchain secara umum dan mata uang kripto pada khususnya, di tahun-tahun mendatang, akan menantang perbankan tradisional, termasuk bank cadangan, dengan cara yang belum dapat kita bayangkan,” ucap Osinbajo, dikutip Kanalcoin.com dari Cointelegraph.

Dalam acara KTT Ekonomi Komite Bankir yang diadakan di Central Bank of Nigeria itu, Osinbajo juga menyampaikan kalau seluruh penyelenggara negara harus siap untuk menghadapi perubahan teknologi keuangan yang sangat cepat tersebut.

“Kita perlu bersiap menghadapi pergeseran seismik itu, dan mungkin akan datang lebih cepat daripada nanti,” kata Osinbajo.

Osinbajo juga sempat menyinggung mengenai teknologi keuangan terdesentralisasi atau yang sering disebut dengan DeFi. Menurut Osinbajo, DeFi memang didesain sedemikian rupa untuk menantang sistem bank konvensional.

“Keuangan terdesentralisasi, menggunakan kontrak pintar untuk membuat instrumen keuangan, sebagai pengganti perantaran keuangan pusat, seperti bank atau pialang, diatur untuk menantang keuangan tradisional,” tutur Osinbajo.

Osinbajo juga menekankan kalau pihaknya harus terus berhati-hati untuk menanggapi perkembangan teknologi keuangan yang semakin ke sini semakin canggih. Seluruh pihak tidak boleh bertindak berdasarkan rasa takut, tetapi harus berbekal pengetahuan terkait.

“Poin yang saya buat, adalah bahwa beberapa perkembangan menarik yang kami lihat membutuhkan kehati-hatian dan perhatian dalam mengadopsinya dan ini telah diartikulasikan dengan sangat baik oleh otoritas pengatur kami,” ujar Osinbajo.

“Tapi kita harus bertindak dengan pengetahuan dan bukan dengan rasa takut. Kami harus memastikan bahwa kami berada dalam posisi untuk mendapatkan keuntungan dan dalam posisi untuk mencegah efek samping yang merugikan, atau salah satu dari kemungkinan, bahkan tindakan kriminal, yang mungkin timbul sebagai akibat dari mengadopsi atau mengambil salah satu opsi ini,” ucap Osinbajo menambahkan.

Sikap Osinbajo tersebut seolah memberikan angin segar bagi para pengguna crypto di Nigeria. Pasalnya, Bank Sentral Nigeria (CBN) memiliki pandangan yang berbeda dengan Osinbajo. Pada Februari lalu, CBN sempat mengeluarkan pernyataan mengenai sikap mereka terhadap crypto.

Gubernur CBN menyebut kalau aset kripto bukan aset yang sah dan diakui. Bahkan, CBN juga melarang interaksi perbankan dengan pertukaran crypto. Padahal, Nigeria merupakan salah satu dengan pengguna crypto terbesar di dunia.

(*)

Muhammad Zaki Fajrul Haq
Author: Muhammad Zaki Fajrul Haq

Follow me at @mzfajrulhaq (Instagram) or @ZakiFajrul (Twitter).

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments