Tuai Kontroversi, Formulir Pajak Amerika Serikat Dituding Pojokkan Pemilik Kripto

Formulir Pajak Amerika Serikat Dituding Pojokkan Pemilik Kripto

Share :

Kanalcoin.com –  Formulir 1040 untuk pengembalian pajak di Amerika Serikat tahun ini dikabarkan menuai kontroversi. Hal itu tidak lepas dari adanya satu pertanyaan yang dituding terkesan hendak memojokkan para pemilik mata uang kripto.

Lembaga pemungut pajak di Amerika Serikat, Internal Revenue Service (IRS), baru saja menerbitkan formulir pengembalian 1040 untuk tahun pajak 2020 ini. Formulir 1040 tersebut diterbitkan IRS pada Jumat (11/12/2020) lalu.

Dalam formulir 1040 yang dikeluarkan IRS itu, lembaga pemungut pajak itu mempertanyakan soal kepemilikan dan transaksi yang sudah dilakukan oleh para pemilik mata uang kripto selama 2020 ini.

“Kapan pun selama tahun 2020, apakah Anda menerima, menjual, mengirim, menukar, atau memperoleh kepentingan finansial apa pun dalam mata uang virtual apa pun?” bunyi pertanyaan yang ada di formulir 1040, dikutip Kanalcoin.com dari Cointelegraph.

Sebenarnya, pertanyaan tersebut bukan hanya muncul kali pertama ini di formulir pengembalian pajak. Pada 2019 lalu, pertanyaan yang sama juga muncul di formulir 1040 pengembalian pajak keluaran IRS. Hanya saja, pada 2020 ini, pertanyaan itu ditempatkan jauh lebih mencolok pada bagian atas formulir.

Pertanyaan itu pun mau tidak mau harus dijawab oleh para pemilik mata uang kripto secara jujur. Bahkan, jika informasi itu tidak diisi dengan jelas dan jujur, para pengisi bisa mendapatkan hukuman karena memberikan data palsu.

Para pemilik kripto pun merasa disudutkan dan sempat membahas secara ramai-ramai hal itu di Twitter. Wakil Presiden Kantor Pajak PIASCIK, Ryan Losi, pun ikut buka suara soal fenomena tersebut. Menurut Losi, pertanyaan itu sengaja dibuat untuk menjebak para pemilik mata uang kripto.

“IRS hanya mengumpulkan data, mengubah formulir untuk menyatakan Anda melakukannya atau tidak, dan mengatur jebakan, sehingga di tahun-tahun mendatang, hukuman bisa ditetapkan,” ucap Losi kepada Yahoo.

Sementara itu, Manajer Investasi dari Cane Island Global Macro, Timothy Peterson, menyebut kalau masalahh ini disebabkan oleh tidak jelasnya panduan soal definisi mata uang virtual di dunia perpajakan.

Kondisi tersebut yang dinilai membuat para pemilik mata uang kripto kebingungan dan merasa disudutkan dengan pertanyaan itu. Kepala Strategi Pajak CoinTracker.io, Shehan Chandrasekera, juga menyampaikan hal yang sama dengan Peterson.

Chandrashekera mengatakan bukan hanya soal definisi mata uang virtual yang kurang jelas, melainkan juga pengertian soal ‘kepentingan finansial’ dalam dunia mata uang kripto.

“Misalnya, jika tanggungan Anda memiliki mata uang kripto atau Anda memiliki investasi di entitas yang berhubungan dengan mata uang kripto, kami tidak tahu apakah kedua situasi ini termasuk dalam kategori ‘kepentingan finansial’ atau tidak,” kata Chandrashekera.

Kendati demikian, Chandrashekera yakin ada panduan di luar IRS yang bisa membantu menjawab pertanyaan itu. Selain itu, Chandrashekera juga meminta kepada para pengguna mata uang kripto untuk menunggu kabar selanjutnya dari IRS, siapa tahu ada panduan tambahan.

(*)

Muhammad Zaki Fajrul Haq
Author: Muhammad Zaki Fajrul Haq

Follow me at @mzfajrulhaq (Instagram) or @ZakiFajrul (Twitter).

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments