Trading Arbitrase Adalah Penghasil Banyak Cuan Berisiko Tinggi

Apa itu Trading Arbitrase

Share :

Kanalcoin.com – Dalam dunia bisnis trading menjadi salah satu bisnis yang mampu memberikan imbal hasil tinggi. Ada beberapa kategori trading misalnya trading forex, kripto maupun saham. Dalam semua kategori trading tersebut akan ada istilah arbitrase. Trading arbitrase adalah salah satu strategi dalam dunia crypto. Lalu, apa itu trading arbitrase?

Trading arbitrase legal untuk dilakukan dan pengguna strategi ini disebut dengan arbitrageur yang tidak lain merupakan market maker. Tugasnya menyediakan liquidity guna meningkatkan volume transaksi secara keseluruhan. Kenaikan volume transaksi mampu mempengaruhi harga sebuah aset secara signifikan.

Apa Itu Trading Arbitrase ?

Secara garis besar trading arbitrase adalah sistem trading dengan mengambil keuntungan dari selisih harga antara dua market di waktu yang sama. Misalnya saja, kamu membeli kripto di market A dengan harga yang murah. Lalu, kripto ini kemudian dijual di market B dengan harga yang jauh lebih mahal.

Arbitrase ini umum dilakukan di banyak negara dengan memberikan pilihan layanan exchange aset kripto dengan menggunakan likuiditas tinggi tanpa batas. Pengguna strategi trading arbitrase biasa disebut pula dengan istilah arbitrageur.

Arbitrase dalam dunia forex biasanya dilakukan dengan tindakan buy pada mata tertentu dan menjualnya dalam jumlah ukuran trading yang sama di pasar lain dalam satu waktu.

Ada beberapa jenis peluang arbitrase yang perlu kamu pahami sebelum menggunakan strategi ini di antaranya adalah sebagai berikut:

Arbitrase ritel

Arbitrase ritel merupakan arbitrase yang dilakukan pada produk ritel. Hal ini merujuk pada pembelian skala besar pada produk, ritel misalnya pembelian produk supermarket.

Arbitrase statistik

Teknik arbitrase yang menggunakan model statistik kompleks untuk menemukan peluang perdagangan yang menguntungkan penggunanya. Pengguna arbitrase jenis ini membutuhkan kemampuan komputasi yang tinggi serta merujuk pada strategi pengembalian rata-rata.

Arbitrase risiko

Jenis arbitrase yang memanfaatkan merger dan akuisisi. Jenis arbitrase ini biasa dipakai dalam hedge fund atau dana lindung nilai. Penggunanya akan membeli saham dan menjual saham dalam jangka waktu pendek.

Arbitrase negatif

Arbitrase negatif memiliki dampak untuk menghilangkan peluang karena tingkat bunga yang dibayarkan peminjam atas kewajiban, seperti penerbit obligasi lebih tinggi ketimbang tingkat bunga dana yang diinvestasikan

Strategi Trading Arbitrase

Strategi trading arbitrage sendiri terbagi atas dua jenis yakni arbitrase sederhana dan arbitrase triangular. Untuk memahami keduanya kamu bisa menyimak ulasan singkat dibawah ini:

Arbitrase sederhana

Arbitrase sederhana adalah strategi trading arbitrase yang paling mudah dan populer di kalangan trader. Strategi ini mengedepankan pembelian aset dengan harga yang rendah kemudian menjual aset tersebut dengan harga yang lebih tinggi. Misalnya saja, kamu membeli aset digital pada market A, lalu kamu jual kembali di market B dengan harga jual yang lebih tinggi.

Arbitrase triangular

Arbitrase triangular merupakan strategi trading arbitrase yang memiliki perhitungan yang lebih rumit sehingga jarang digunakan oleh para trader. Umumnya, investor institusi dengan sumber daya yang mumpuni sering menggunakan strategi ini. Dalam penggunaanya, ada dukungan kerja komputer sehingga mampu memprediksi besaran keuntungan yang dapat diraih trader.

Contoh dari strategi arbitrase triangular adalah sebagai berikut:

Suatu hari kamu memiliki dana sebesar Rp600.000.000. Pada saat itu, nilai tukar BTC/IDR = Rp100.000.000, BTC/USD = 9.000 dollar AS , dan USD/IDR = Rp 15.000. Dengan demikian, perhitungan peluang arbitrase yang kamu miliki adalah sebagai berikut :

  • Trading Rp untuk BTC: dapat dihitung dengan cara 600 juta/100 juta= 6 BTC
  • Lanjutkan dengan mengubah BTC dalam bentuk mata uang USD: 5 BTC x 9000 dollar = 45 ribu dolar AS
  • Jual USD ke IDR = 45 ribu dolar AS x 15 ribu = Rp675.000.000

Dari perhitungan diatas dapat diketahui dari modal dana Rp600.000.000 kamu bisa mendapatkan keuntungan sebesar Rp75.000.000 dengan mengandalkan arbitrase triangular. Biarpun begitu, besaran profit di atas belum termasuk pengurangan biaya yang dikenakan, seperti biaya transaksi atau biaya trading.

Terdapat pula tiga metode arbitrase dalam trading kripto diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Arbitrase spasial adalah arbitrase di mana trader mendapatkan keuntungan dari dua exchange yang berbeda.
  2. Arbitrase lintas negara adalah trader mendapatkan keuntungan dari transaksi di beberapa negara dengan melakukan trading aset dalam waktu bersamaan.
  3. Arbitrase statistik adalah modeling matematika yang digunakan trader untuk bertransaksi.

Risiko Trading Arbitrase

Biarpun memiliki pengembalian hasil tinggi bukan berarti strategi ini tak memiliki risiko. Dalam menerapkan trading arbitrase kamu harus memahami adanya risiko yang timbul seperti di bawah ini:

Biaya tak terduga

Dalam arbitrase kripto, tak jarang muncul biaya yang tak terduga selain biaya transaksi. Misalnya saja, ketika kamu hendak menyetor sejumlah uang pada platform A untuk membeli bitcoin terdapat beberapa jenis biaya. Adanya biaya setoran, biaya penarikan, hingga biaya trading bisa jadi salah satu biaya tak terduga yang kamu perlu tanggung.

Ketidakpastian harga

Harga aset entah kripto, saham, maupun forex pasti menghadapi ketidakpastian harga. Tak jarang harga cenderung fluktuatif atau malah sebaliknya. Oleh karena itu, tak ada kepastian bahwa dengan kamu menggunakan trading arbitrase akan terus menghasilkan profit.

Waktu perhitungan terbatas

Dalam mencari profit memakai trading arbitrase, perlu memperhatikan waktu perhitungan. Bila cara kerja kamu lambat, maka peluang untuk mendapatkan keuntungan juga akan hilang. Tak jarang, trader menghadapi kepanikan sehingga pengambilan keputusan dilakukan secara gegabah. Seorang trader perlu memperhitungkan biaya, risiko, dan keuntungan secara seksama.

Risiko salah kirim

Proses arbitrase dalam jual beli aset biasanya berlangsung cepat. Oleh karenanya, ada pula risiko salah kirim yang muncul. Untuk menghindari kesalahan salah transfer ada baiknya memastikan atau lebih teliti sebelum melakukan transaksi. Lakukan copy-paste untuk menghindari kesalahan ketik.

Risiko dari bursa

Dalam trading kripto tidak ada skema asuransi yang tersedia layaknya pasar saham. Apalagi bursa kripto tidak sepenuhnya dijamin oleh pemerintah. Hal ini dikarenakan kripto tidak dikuasai oleh pihak mana pun alias berdiri sendiri. Kamu perlu memilih bursa dengan reputasi yang bagus dan dipercaya untuk menghindari resiko ini.

Transfer aset

Terdapat risiko dalam melakukan transfer aset. Kemungkinan aset yang dimiliki bisa saja hilang. Ada pula kemungkinan aset macet dalam jangka waktu lama. Oleh karenanya, penting memilih bursa dengan proses transfer yang cepat dan didukung koneksi internet yang lancar pula.

Penyelesaian arbitrase

Saat melakukan proses arbitrase, harus tidak ada kesalahan yang dilakukan. Misalnya saja, kesalahan ketik maupun salah dalam melakukan pesanan jual atau beli. Apabila kesalahan terjadi, tentu butuh waktu penyelesaian yang tidak bisa dibilang sebentar. Kamu tentunya tidak ingin membuang waktu kamu hanya untuk memperbaiki kesalahan kecil, bukan?

Hal-hal yang Diperhatikan saat Trading Arbitrase

Jika kamu masih tergolong trader pemula penting untuk memperhatikan beberapa poin dibawah ini sebelum melakukan arbitrage. Poin yang dimaksud diantaranya adalah sebagai berikut :

Modal

Modal menjadi bagian paling penting dalam arbitrase. Adanya modal mendukung trader untuk dapat membeli aset yang dia butuhkan. Penting bagi kamu mengetahui ketersediaan modal yang dimiliki. Hal ini bisa membantu trader untuk melakukan trading skala kecil maupun skala besar serta memperhitungkan pengembalian hasil yang didapatkannya

Waktu

Seperti diketahui, dalam melakukan trading arbitrase juga tergantung pada cepat atau lambatnya, lalu lintas withdraw pada market tersebut. Kamu perlu memperhitungkan waktu transaksi dan waktu perhitungan dalam memilih aset yang akan diperdagangkan. Untuk bursa kripto, biasanya bila blockchain sedang over, maka juga akan memperpanjang waktu transfer aset kripto itu sendiri

Biaya

Dalam trading arbitrase selain modal juga akan timbul biaya yang muncul. Biaya ini bisa berupa biaya penarikan maupun fee trading.

Analisis

Kamu juga harus bisa melakukan analisis yang matang agar terhindar dari kerugian. Pertimbangkan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi untuk setiap pengambilan keputusan yang kamu buat.

Analisis adanya inflasi maupun isu-isu yang terkait dengan aset digital yang kamu miliki. Analisis fundamental maupun teknikal bisa sangat membantu kamu dalam membuat keputusan.

Akhir Kata

Pastikan pula bahwa platform yang kamu gunakan merupakan platform terpercaya. Pilih forex, kripto, maupun aset digital melalui proses yang legal. Bagaimana berminat untuk terjun sebagai trader? Sudah berani untuk mengambil langkah trading arbitrase mulai dari sekarang?

(*)

Muhammad Zaki Fajrul Haq
Author: Muhammad Zaki Fajrul Haq

Follow me at @mzfajrulhaq (Instagram) or @ZakiFajrul (Twitter).

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments