Tolak UU Bitcoin, Warga El Salvador Turun ke Jalan

warga El Savador tolak UU Bitcoin

Share :

Kanalcoin.com – Bisa dikatakan, mata uang crypto merupakan alat pembayaran baru yang sudah digunakan hampir di seluruh negara di dunia. El Salvador menjadi salah satu negara yang melegalisasi penggunaan mata uang tersebut untuk dijadikan sebagai alat pembayaran.

Hal tersebut seiring dengan disahkannya UU Bitcoin oleh pemerintah yang melegalkan mata uang dari jenis kripto tersebut sebagai alat pembayaran. Atas kebijakan yang dilakukan pemerintah tersebut, tidak sedikit warga El Salvador yang melakukan aksi turun ke jalan untuk menentang atas diberlakukannya UUD Bitcoin.

Warga El Salvador, yang menentang kebijakan tersebut, menyebut bahwa cryptocurrency terlalu fluktuatif, sehingga menimbulkan bisnis baru yang akan dilakukan para mafia, yaitu dengan melakukan pencucian uang.

Para demonstran menyebut diri mereka sebagai Blok perlawanan dan pemberontak untuk melawan pemerintah El Salvador karena telah mengesahkan UU Bitcoin.

Dengan disahkannya UU tersebut, secara tidak langsung telah membuat Bitcoin menjadi alat pembayaran baru setelah mata uang dolar Amerika Serikat.

Dikutip Kanalcoin.com dari Cointelegraph, pada Selasa (20/07/2021), media lokal El Salvador, El Mundo, membuat posting-an yang berisi tuntutan untuk melakukan pencabutan atas UU Bitcoin dengan kalimat “no to Bitcoin!

Pengunjuk rasa, yang menamakan dirinya sebagai barisan perlawanan atas kebijakan pemerintah, menganggap sikap yang ditunjukkan presiden El Salvador, Nayib Bukele, saat melakukan pengesahan UU Bitcoin dinilai kurang etis karena tidak melibatkan warga El Salvador.

Sejalan dengan penolakan atas UU Bitcoin, warga yang tergabung dalam barisan penolakan tersebut menganggap bahwa pemberlakuan Bitcoin hanya akan menguntungkan para pengusaha besar di negeri tersebut. Hal tersebut berkaitan dengan praktik pencucian uang yang akan dilakukan oleh oknum tertentu.

Para pengusaha yang berinvestasi pada mata uang kripto tersebut tidak akan dikenakan pajak atas pengahasilan yang mereka dapatkan. Sebaliknya, pajak akan dikenakan pada rakyat El Salvador. Atas dasar itulah yang menyebabkan terjadinya unjuk rasa di kantor pemerintahan El Salvador.

Produk hukum yang berisi tentang pengesahan UU Bitcoin telah disahkan presiden El Salvador, Nayib Bukele, pada Juni 2021. Meski demikian, produk hukum yang berlaku mulai 7 September 2021 tersebut akan menuai protes dan kecaman dari warga El Salvador.

Protes tersebut ditujukan kepada para pejabat di negara tersebut yang dinilai tidak pro kepada rakyat dan lebih mementingkan para pengusaha serta elite kaya yang ada di negara tersebut.

Selain mendapat penolakan secara langsung dari rakyat El Salvador, Bank Dunia yang berpusat di Amerika Serikat juga melakukan penolakan atas kebijakan tersebut.

Wakil Menteri Luar Negeri untuk Urusan Politik Amerika Serikat, Victoria Nuland, menyarankan Bukele untuk membuat peraturan mengenai UUD Bitcoin secara baik dan transparan.

Di sisi lain, Bukele menganggap bahwa pemberlakuan mata uang kripto Bitcoin dapat memudahkan warga yang akan melakukan pengiriman uang serta mampu mengurangi ketergantungan dari pemakaian mata uang dolar AS.

(*)

Muhammad Zaki Fajrul Haq
Author: Muhammad Zaki Fajrul Haq

Follow me at @mzfajrulhaq (Instagram) or @ZakiFajrul (Twitter).

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments