Bitcoin Layak Dijadikan Investasi, tetapi Tak Bisa Gantikan Posisi Mata Uang Fiat

Steve Forbes sebut bitcoin layak dijadikan investasi tetapi tak bisa gantikan mata uang fiat

Share :

Kanalcoin.com –  Eksekutif penerbitan Amerika Serikat, Steve Forbes, menyebut bitcoin layak dijadikan investasi, tetapi tidak bisa menggantikan posisi mata uang fiat. Hal itu dikarenakan adanya pasokan yang membatasi bitcoin saat ini. Pasokan itu yang dinilai menjadi kelemahan bitcoin.

Steve Forbes yang merupakan eksekutif penerbitan Amerika Serikat menyampaikan gagasannya mengenai bitcoin yang saat ini tengah menjadi primadona di dunia investasi. Forbes menyampaikan dua poin yang penting soal bitcoin.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Forbes menanggapi pendapat yang menyampaikan kalau mata uang kripto mampu menggantikan posisi mata uang dolar. Akan tetapi, Forbes menyampaikan kalau pendapatnya jauh berbeda.

Forbes tidak memungkiri kalau bitcoin saat ini tengah menjadi primadona di dunia investasi. Bahkan, banyak institusi keuangan yang menambahkan bitcoin ke dalam portofolio mereka saat ini.

Menurut Forbes, munculnya bitcoin sebagai primadona investasi baru dipicu oleh kebijakan pemerintah yang tidak tepat saat menghadapi permasalahan ekonomi saat ini. Forbes mengatakan kalau bank-bak sentral dunia dinilai merusak suku bunga dan mencetak uang terlalu banyak.

Alih-alih memperbaiki ekonomi, Forbes mengatakan kalau langkah tersebut justru bisa semakin memperparah kondisi perekonomian dalam jangka waktu panjang.

“Orang-orang menumpuk bitcoin karena kurangnya kepercayaan pada mata uang fiat pemerintah,” ucap Forbes seperti dilansir Kanalcoin.com dari News.Bitcoin.com.

“Federal Reserve dan bank sentral lainnya telah menghancurkan suku bunga dan mencetak jumlah uang yang tak terbayangkan untuk membayar tindakan bantuan Covid dan untuk merangsang ekonomi yang rusak,” tutur Forbes menambahkan.

Forbes juga menyampaikan alasan lainnya adalah naiknya tingkat inflasi di suatu negara. Selain itu, banyak juga pihak yang memandang bitcoin sebagai emas baru di dunia investasi. Malahan ada yang berpikiran kalau bitcoin bisa menggantikan dolar saat ini.

Namun, Forbes mengaku tidak sepakat kalau bitcoin mampu menggantikan posisi dolar sebagai mata uang saat ini. Forbes menilai volatilitas bitcoin terlalu tinggi dan mempengaruhi kontrak jangka panjang dari suati transaksi.

Forbes menyampaikan argumentasinya soal bitcoin tersebut dengan menggunakan analogi hipotek rumah. Andai orang-orang saat ini mengambil hipotek sebesar $ 250 ribu pada bulan Maret 2020, bisa jadi pada hari ini orang tersebut memiliki hutang sebesar $ 2 juta.

“Katakanlah Anda mengambil hipotek pada bulan Maret sebesar $ 250 ribu, hari ini Anda bisa saja berhutang pada bank hampir $ 2 juta,” ujar Forbes.

Kondisi tersebutlah yang membuat mata uang kripto tidak akan pernah bisa menggantikan mata uang fiat. Forbes juga menyampaikan kalau mata uang kripto ingin menggantikan mata uang fiat, setidaknya memiliki nilai seperti franc swiss.

Bahkan, Forbes menyebut orang yang mau menandatangani kontrak jangka panjang transaksi dengan bitcoin adalah orang yang tidak waras.

(*)

Muhammad Zaki Fajrul Haq
Author: Muhammad Zaki Fajrul Haq

Follow me at @mzfajrulhaq (Instagram) or @ZakiFajrul (Twitter).

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments