Tak Patuhi Peraturan, Seluruh Crypto Exchange di Korea Selatan Terancam Ditutup

Crypto Exchange di Korea Selatan

Share :

Kanalcoin.com – Kepala Komisi Pelayanan Keuangan Korea Selatan (FSC), Eun Sung-soo, mengatakan tidak ada pertukaran kripto yang mengajukan lisensi Penyedia Layanan Aset Virtual (VASP). Eun Song-soo mengatakan bahwa kondisi itu bisa membuat semua crypto exchange di Korea Selatan ditutup secara paksa pada September nanti.

Dalam pertemuan Komite Majelis Kebijakan Nasional yang diadakan pada 22 April lalu, Eun Sung-soo mengatakan bahwa organisasinya belum menerima aplikasi VASP yang diperlukan berdasarkan amandemen undang-undang yang diubah baru-baru ini dan akan segera berlaku pada akhir tahun ini.

“Ada sekitar 200 pertukaran mata uang kripto di negara ini. Namun, jika situasi saat ini berlanjut maka semuanya bisa ditutup,” tutur Eun Sung-soo seperti dikutip Kanalcoin.com dari Coindesk.

Eun mengacu pada undang-undang anti pencucian uang atau anti-money laundering (AML) Korea Selatan, financial transactions reporting act (FTRA), yang telah diubah tahun lalu untuk diterapkan pada crypto exchange.Undang-undang tersebut mewajibkan VASP bagi crypto exchange untuk mendaftar kepada otoritas keuangan.

FSC mulai menerima aplikasi untuk pendaftaran pada 25 Maret, tetapi belum ada satu pun crypto exchange yang mendaftar. FSC hanya memberikan batas waktu kepada crypto exchange di Korea Selatan untuk mendapatkan persetujuan mereka. Nantinya, FSC hanya akan menyetujui crypto exchange yang dapat menunjukkan kekuatan sistem AML milik mereka mereka.

Kantor kebijakan pemerintah mengeluarkan pernyataan bahwa pihak berwenang akan menerapkan “periode penegakan khusus”dari April hingga September untuk menutup bisnis kripto yang tidak sah dan memastikan bahwa pasar bursa mematuhi FTRA.

Kualifikasi terpenting untuk pendaftaran VASP adalah kemitraan resmi dengan bank komersial lokal. Dari sekitar 200 crypto exchange yang disinggung Eun Sung-soo, hanya empat crypto exchange terbesar yang sejauh ini telah menjalin kemitraan seperti itu di Korea Selatan.

Crypto exchange tersebut dikenal sebagai “The Big 4”. Banyak orang berpikir The Big 4 akan menjadi crypto exchange yang bertahan dari gelombang aturan pemerintah, tetapi komentar Eun Sung-soo telah memicu kekhawatiran baru.

Pernyataan Eun Sung-soo tersebut muncul pada saat minat warga Korea Selatan terhadap cryptocurrency sedang naik. The Big 4 sendiri mendapatkan 2,49 juta pengguna baru selama kuartal pertama 2021 dengan 64% di antaranya berusia 20 hingga 30 tahunan.

Pedagang berusia 30 tahunan menghabiskan lebih dari $398 jutauntuk perdagangan kripto, melebihi pengeluaran demografis lainnya. Mematikan The Big 4 akan memberikan pukulan telak bagi para investor muda ini.

Eun Sung-soo juga menjelaskan kesulitan pemerintah untuk memberikan perlindungan hukum pada para pelaku perdagangan kripto dari penipuan.Dia mengklaim bahwa perdagangan kripto secara inheren lebih spekulatif daripada perdagangan saham.

Dia juga membandingkannya dengan kesepakatan seni rupa, menjelaskan bahwa negara tidak bertanggung jawab atas konsumen yang ditipu oleh pemalsu seni.

Hal tersebut bukan pertama kalinya yang dihadapi para pedagangkripto di Korea Selatan menghadapi ketidakpastian yang dipicu oleh pemerintah.

Pada Januari 2018, Menteri Kehakiman Park Sang-gi mengumumkan telah menyiapkan undang-undang yang secara efektif melarang perdagangan mata uang kripto dan menutup semua bursa kripto. Harga global bitcoin sempat anjlok hingga 8% pada hari Park Sang-gi mengeluarkan komentarnya.

Hal itu dikarenakan harga lokal yang disebut premium kimchi turun hingga 15%.Para pelaku cryptocurrency Korea Selatan menyebut hari itu sebagai “bencana Park Sang-gi”.

Sementara itu, pada hari komentar Eun, premium kimchi mencapai kenaikan sekitar 13%,tetapi turun hingga 2% pada hari berikutnya. Penurunan ini dibarengi dengan penurunan tajam harga Bitcoin secara global.

(*)

Redaksi-Kanalcoin
Author: Redaksi-Kanalcoin

Cryptocurrency Media

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments