Demi Cryptocurrency, SEBA Bank Lakukan Penggalangan Dana Lagi

Seba Bank

Share :

SEBA Bank di Swiss menyelesaikan Seri A penggalangan dana kembali yang pernah dilakukan pada September 2018. Tujuannya adalah untuk mengembangkan bank penyedia layanan crypto kepada perusahaan dan investor yang membutuhkan. Meskipun secara bersamaan menawarkan perusahaan dengan layanan perbankan konvensional. Kabar terbaru menunjukan bahwa bank sedang melakukan penggalangan dana tahap kedua.

Tujuannya untuk mencapai 100 juta Franc Swiss dan diungkapkan bahwa bank berencana melakukan hal itu melalui investor baru. Kepala eksekutif SEBA Bank pun sempat menjelaskan lebih banyak dana diperlukan agar jauh lebih luas lagi. Sebab lebih banyak dana dibutuhkan dan dinyatakan bahwa SEBA adalah bank universal untuk ekonomi baru.

Meskipun SEBA Bank belum mengumumkan tanggal dimulainya putaran penggalangan dana tersebut. Industri perbankan Swiss memang telah lama dikenal sering melindungi kekayaan pribadi. Beberapa bankir pun melihat bitcoin sebagai tenaga alami untuk sektor keuangan negara. Meskipun bankir seperti itu mungkin masih minoritas. Tidak terkecuali dengan SEBA Bank yang berbasis di Zurich.

Membuka serangkaian layanan mulai dari penyimpanan fiat hingga penyimpanan crypto sejak November 2019 dengan lisensi perbankan universal. Juga kartu debit yang terhubung dengan crypto yang secara otomatis mengkonversi ke fiat pada back end untuk belanja reguler dan opsi perdagangan crypto melalui aplikasi mobile banking. Pengumpulan 100 juta franc Swiss juga didapatkan dari investor seperti Guy Schwarzenbach, pendiri Black River Asset Management.

Ia mengatakan harga untuk perdagangan aplikasi SEBA diaktifkan oleh integrasi API backend dengan pertukaran global. Mereka menawarkan harga sangat kompetitif dibandingkan dengan perdagangan bebas.

“Apa yang membuat saya tertarik dengan SEBA… Adalah penyebaran margin dan bisnis pinjaman mereka yang akan datang, termasuk opsi dan derivatif,” kata Schwarzenbach.

SEBA bukanlah bank Swiss ramah bitcoin pertama. Bank Swasta Falcon Group misalnya. Mereka meluncurkan layanan manajemen bitcoin pada 2017. Saat itu, Matthwe Blake, pemimpin sistem moneter World Economic Forum, menggambarkan crypto-friendly dan berlisensi penuh sebagai tren bank yang muncul. “Itu sesuatu yang bisa dilakukan institusi untuk melakukan perlindungan nilai,” kata Schwarzenbach.

Demikian juga startup crypto Swiss seperti Bitcoin Suisse. Mereka juga telah mengajukan lisensi perbankan universal dengan tujuan menawarkan segalanya dari mempertaruhkan layanan hingga pinjaman. “Kami tidak mengajukan lisensi perbankan hanya untuk menjadi seperti bank lain. Kami adalah pelopor di dalam hati kami,” kata Ian Simpson, Pemimpin Pemasaran Bitcoin Suisse.

“Kami tentu saja akan menawrakan akun tunai untuk klien kami atas nama mereka sendiri. Kami akan dapat memulai perdagangan sekuritas crypto, stablecoin dan sintetis. Seperti mini-futures dan produk-produk untuk menyingkat aset crypto utama,” sambung Simpson.

Di sisi lain, SEBA menawarkan kemampuan uni di antara bank-bank lain sejauh ini. Yaitu dengan menawrakan berbagai mata uang fiat seperti Dolar Amerika, Hongkong dan Singapura. Kemudian secara instan berdagang cryptocurrency seperti bitcoin, eter dan stellar lumens.

Randy Ntenk
Author: Randy Ntenk

Freelance writers

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments