Ripple Kena Masalah, Grayscale Pilih Ganti XRP dengan Chainlink

Grayscale Pilih Ganti XRP dengan Chainlink

Share :

Kanalcoin.com –  Perusahaan manajemen mata uang digital, Grayscale Investments, menyampaikan kalau pihaknya telah memutuskan untuk mengganti token XRP dengan dengan Chainlink. Hal tersebut dilakukan setelah perusahaan penerbit XRP, Ripple Labs, tersandung masalah dengan Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC).

Grayscale merupakan salah satu perusahaan yang melakukan investasi besar-besaran pada mata uang digital, khususnya mata uang kripto. Berbagai jenis mata uang kripto pun dikabarkan sudah dibeli oleh Grayscale dalam beberapa waktu belakangan.

Seluruh mata uang kripto tersebut dimasukkan ke dalam dana besar digital milik Grayscale atau yang disebut dengan Grayscale Digital Large Cap Fund (GDLC). Salah satu token yang mereka masukkan ke dalam GDLC adalah token XRP.

Token XRP sendiri merupakan token yang diproduksi oleh sebuah perusahaan bernama Ripple Labs. Namun, pengumuman mengejutkan disampaikan oleh Grayscale dalam beberapa waktu belakangan. Pihak perusahaan mengatakan kalau mereka akan mengeluarkan XRP dari GDLC.

Menurut laporan News.Bitcoin.com yang dikutip Kanalcoin.com, XRP merupakan bagian dari GDLC pada tahun lalu. Akan tetapi, seiring permasalahan yang menerpa Ripple dengan SEC, Grayscale pun memilih bermain aman.

Seperti yang sudah diberitakan Kanalcoin.com sebelumnya, Ripple dituntut oleh SEC atas tuduhan penjualan aset digital yang tidak berizin dan tidak terdaftar pada SEC. Tuduhan tersebut dialamatkan SEC pada Ripple sejak Desember 2020 silam.

Penjualan yang dimaksud adalah penjualan yang dilakukan Ripple pada Agustus 2013. Namun, kasus tersebut kini sudah memasuki babak baru. SEC dan Ripple dikabarkan sudah melakukan perundingan melalui panggilan telepon yang dimediasi oleh hakim federal Amerika Serikat.

Akan tetapi, kondisi tersebut tidak mengubah pikiran Grayscale untuk menendang XRP dari GDLC. Grayscale pun memutuskan untuk mengganti XRP dengan token Chainlink. Chainlink sendiri merupakan jaringan oracle blockchain yang tengah populer saat ini.

Pada 2 April 2021 lalu, Grayscale mengeluarkan pernyataan resmi mengenai komposisi GDLC mereka pada tahun ini. Saat ini, ada bitcoin (BTC), ether (ETH), bitcoin cash (BCH), litecoin (LTC), dan chainlink (LINK).

Bitcoin sampai saat ini masih menjadi aset yang paling banyak dimiliki oleh Grayscale dengan komposisi 79,8 persen, sementara Chainlink hanya mendapat tempat sebesar 0,90 persen di dalam GDLC.

“Pada penghujung hari pada tanggal 2 April 2021, komponen dana terdiri dari sekeranjang 79,8% bitcoin (BTC), 17,5% ethereum (ETH), 0,80% bitcoin cash (BCH), 1,00% litecoin dan 0,90% chainlink (LINK),” bunyi pernyataan Grayscale.

“Setiap saham mewakili 0,00046619 bitcoin, 0,00287637 ethereum, 0,00046869 bitcoin cash, 0,00166308 litecoin, dan 0,00973831 chainlink,” lanjut bunyi pernyataan resmi Grayscale.

Chainlink memang tengah populer saat ini dan mengalami kenaikan selama beberapa waktu belakang. Dalam seminggu ini, Chainlink telah naik sebanyak 21 persen. Kemudian, mereka juga naik 18,3 persen selama bulan lalu. Sementara itu, dalam 90 hari terakhir Chainlink telah naik sebanyak 96 persen.

(*)

Muhammad Zaki Fajrul Haq
Author: Muhammad Zaki Fajrul Haq

Follow me at @mzfajrulhaq (Instagram) or @ZakiFajrul (Twitter).

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments