Profesor Ekonomi Harvard Percaya Pemerintah akan Larang Bitcoin Suatu Saat Nanti

Profesor Ekonomi Harvard Percaya Pemerintah akan Larang Bitcoin

Share :

Kanalcoin.com –  Profesor ekonomi dari Universitas Harvard, Kenneth Rogoff, percaya kalau pemerintah akan segera larang bitcoin suatu saat nanti. Rogoff percaya kalau pemerintah tidak akan membiarkan bitcoin tumbuh dalam skala besar.

Seorang profesor ekonomi dari Universitas Harvard, Kenneth Rogoff, menyampaikan pendapatnya mengenai bitcoin dalam sebuah wawancara di Bloomberg Surveillance pekan lalu. Dalam pernyataannya, Rogoff mengaku skeptis dengan bitcoin selama ini.

Selain itu, Rogoff juga menyebut kalau bitcoin sebenarnya spekulatif dan hanya berharga karena orang-orang menganggap bitcoin adalah sesuatu yang berharga.

“Ini spekulatif. Saya telah menjadi skeptis terhadap bitcoin dan tentunya harganya telah naik,” ujar Rogoff kepada Bloomberg seperti yang dilansir Kanalcoin.com dari News.Bitcoin.com.

“Ada semacam pertanyaan terakhir tentang apa gunanya. Apakah itu hanya berharga karena orang menganggapnya berharga? Itu adalah gelembung yang akan meledak,” ucap Rogoff melanjutkan.

Pria yang juga menjabat sebagai profesor kebijakan publik Thomas D. Cabot itu menyampaikan kalau bitcoin lama kelamaan akan dilarang oleh pemerintah. Hal itu dikarenakan transaksi dalam bitcoin menggunakan nama samaran dan bukan nama asli dari pemilik dompet.

Bahkan, Rogoff percaya kalau pemerintah akan menang dalam pertarungannya dengan bitcoin. Pemerintah akan menciptakan regulasi dan sebisa mungkin mengatur bitcoin dengan menggunakan teknologi apa pun.

“Saya dapat melihat bitcoin digunakan dalam keadaan gagal. Bisa dibayangkan itu bisa digunakan di masa depan distopia,” kata Rogoff.

“Saya pikir pemerintah tidak akan mengizinkan transaksi nama samaran dalam skala besar. Mereka hanya tidak akan mengizinkannya. Regulasi akan masuk. Pemerintah akan menang. Tidak peduli apa pun teknologinya.”

“Jadi, saya pikir dalam jangka panjang jika tidak ada gunanya, gelembung itu akan pecah. Saya berharap tidak ada kegunaan yang begitu berharga, tapi saya kira ini adalah perlindungan terhadap distopia,” tutur Rogoff melanjutkan.

Rogoff sendiri memang dikenal sebagai salah satu orang yang skeptis terhadap keberadaan bitcoin sampai saat ini. Pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Ekonom di International Monetary Fund (IMF) pada 2001-2003 itu pernah menyampaikan ungkapan kontroversial soal bitcoin pada 2018.

Saat itu, Rogoff tengah terlibat dalam sesi wawancara dengan CNBC dan menyebut kalau mata uang kripto sebenarnya lebih layak bernilai 100 dolar per koin daripada 100 ribu dolar dalam satu dekade ke depan.

Namun, Rogoff menyebut hal yang membuatnya menjadi sangat mahal harganya adalah munculnya kemungkinan kejahatan yang sangat tinggi di dunia bitcoin, seperti pencucian uang dan penggelapan pajak. Sehingga, harga transaksinya pun menjadi sangat tinggi.

“Pada dasarnya, jika Anda menghilangkan kemungkinan pencucian uang dan penggelapan pajak, penggunaan sebenarnya sebagai sarana transaksi sangat kecil,” ungkap Rogoff.

Rogoff juga sempat mengomentari pernyataan Menteri Keuangan Amerika Serikat, Janet Yellen, yang menyebut akan menciptakan regulasi khusus untuk mata uang kripto. Menurut Rogoff, pernyataan Yellen itu secara keseluruhan benar. Namun, dia percaya masih ada pihak mata uang kripto yang melakukan lobi-lobi terhadap pemerintah.

“Ya, itu benar secara keseluruhan. Ini perlu diatur. Saya pikir ada pemerintah di dalamnya. Ini tidak digunakan secara luas dan saya curiga meskipun pelobi bitcoin telah berhasil mendapatkannya di beberapa tempat, itu tidak akan bertahan lama,” ucap Rogoff.

(*)

Muhammad Zaki Fajrul Haq
Author: Muhammad Zaki Fajrul Haq

Follow me at @mzfajrulhaq (Instagram) or @ZakiFajrul (Twitter).

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments