Juru Bicara Amazon Bantah Rumor Pembayaran dengan Bitcoin: Masih Kami Teliti

Amazon bantah rumor pembayaran dengan bitcoin

Share :

Kanalcoin.com – Harga Bitcoin sempat meroket pada Senin (26/7/2021). Kenaikan Bitcoin tersebut bahkan mencapai 15 persen hanya dalam waktu kurang dari tiga jam. Padahal, Bitcoin sebelumnya mengalami tekanan keras yang mengakibatkan dana sebesar $110 juta (sekitar Rp1,60 triliun) mengalami likuidasi.

Fenomena kenaikan Bitcoin tersebut memang bukan menjadi hal baru lagi di tengah volatilitas mata uang kripto yang sangat tinggi. Akan tetapi, hal yang menarik adalah penyebab di balik naiknya harga mata uang kripto tersebut.

Di balik kenaikan Bitcoin tersebut, rupanya ada rumor yang beredar kalau Amazon akan segera menggunakan pembayaran Bitcoin sebagai salah satu opsi dalam platform mereka. Hal itu memicu orang-orang China ‘bangun’ dan menyebabkan kenaikan Bitcoin.

Hal itu disampaikan oleh salah satu media kripto China, Wu Blockchain, melalui akun Twitter resmi mereka.

“Bitcoin naik 12 persen dalam satu jam, memimpin kenaikan kripto karena orang-orang China baru saja ‘bangun’. Jelas bahwa harga Bitcoin sudah mulai naik setelah rumor tentang Amazon ini menyebar ke komunitas kripto China,” tulis media Wu Blockchain seperti dilansir Kanalcoin.com dari Cointelegraph.

Sebelumnya, pada Kamis (22/7/2021), salah satu media Inggris, City AM London, mengaku telah mendapatkan bocoran dari ‘orang dalam’ di Amazon yang menyampaikan kalau perusahaan milik Jeff Bezos itu siap untuk memfasilitasi para konsumennya menggunakan pembayaran dengan Bitcoin.

Selain itu, Amazon juga dipercaya akan mengeluarkan token asli mereka sendiri, seperti layaknya perusahaan-perusahaan besar di dunia yang mulai berinvestasi dan terjun di dunia mata uang kripto.

Lima hari kemudian, tepatnya pada Selasa (27/7/2021), juru bicara Amazon akhirnya buka suara terkait rumor tersebut. Juru bicara Amazon menyampaikan kalau pihak perusahaan sama sekali belum ada rencana untuk mendukung pembayaran berbasis Bitcoin.

Namun, juru bicara Amazon menyampaikan kalau pihak mereka memang tertarik dengan perkembangan teknologi blockchain dan mata uang kripto yang saat ini tengah berkembang pesat di seluruh dunia.

“Terlepas dari minat kami pada ruang kripto, spekulasi yang terjadi di sekitar rencana khusus kami untuk cryptocurrency tidak benar,” kata juru bicara Amazon seperti dikutip Kanalcoin.com dari Reuters via Cointelegraph.

Selain itu, pihak Amazon juga masih fokus untuk mengeksplorasi segala potensi dan hal-hal yang harus dipertimbangkan sebelum akhirnya terjun ke bisnis mata uang kripto.

“Kami tetap fokus untuk mengeksplorasi seperti apa ini bagi pelanggan yang berbelanja di Amazon,” tutur juru bicara Amazon melanjutkan.

Usai juru bicara Amazon menyampaikan klarifikasi dan bantahan terkait rumor tersebut, harga Bitcoin pun kembali turun. Pada tiga jam sebelum berita ini ditulis, harga Bitcoin turun mencapai 4,4 persen selama 24 jam terakhir dan menyentuh angka $36.770 (sekitar Rp533 juta) per tokennya, menurut CoinGecko.

(*)

Muhammad Zaki Fajrul Haq
Author: Muhammad Zaki Fajrul Haq

Follow me at @mzfajrulhaq (Instagram) or @ZakiFajrul (Twitter).

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments