Jeff Bezos Mundur, Pengamat Blockchain Andy Jassy Maju Jadi Calon CEO Amazon

CEO Amazon Jeff Bezos akan mundur dari jabatannnya.

Share :

Kanalcoin.com –  CEO Amazon saat ini, Jeff Bezos, dikabarkan akan segera mundur dari posisinya sebagai pimpinan tertinggi salah satu perusahaan terbesar di dunia tersebut. Bezos kabarnya sudah menunjuk satu calon penggantinya, yakni Andy Jassy yang juga dikenal sebagai pengamat teknologi blockchain.

Pada Selasa (2/2/2021) waktu setempat, Amazon telah mengumumkan bahwa pendiri sekaligus CEO-nya, Jeff Bezos, berencana untuk mengundurkan diri dari posisinya saat ini. Usai rencana mundurnya diumumkan, Bezos juga menyampaikan surat kepada para karyawannya.

Dalam suratnya tersebut, Bezos menyampaikan kalau dirinya akan beralih posisi ke jabatan sebagai Ketua Eksekutif Dewan Amazon. Bezos mengaku kalau dirinya ingin memfokuskan energi dan perhatiannya pada pengembangan produk baru dan inisiatif awal.

Dilansir Kanalcoin.com dari Cointelegraph, Bezos disebut-sebut sudah menunjuk penggantinya. Kabarnya, CEO Amazon Web Service, Andy Jassy, akan naik jabatan menjadi CEO Amazon menggantikan Bezos. Jadwal transisinya pun sudah ditetapkan, yakni pada akhir tahun ini.

Bezos secara pribadi mengaku kemampuan Jassy dalam hal kepemimpinan. Bahkan, Bezos mencatat secara langsung kalau Jassy akan bisa menjadi pemimpin yang luar biasa. Orang terkaya di dunia itu juga mengaku memiliki kepercayaan penuh terhadap Jassy untuk menggantikan dirinya sebagai CEO Amazon.

Rencana naiknya Jassy sebagai CEO Amazon rupanya menarik perhatian para pengamat dan penggemar teknologi blockchain. Pasalnya, Jassy sampai saat ini dikenal sebagai salah satu pengamat teknologi blockchain yang ada di Amazon.

Bahkan, banyak yang berspekulasi kalau keputusan Bezos mengangkat Jassy sebagai CEO Amazon merupakan indikasi strategi jangka panjang perusahaannya untuk terjun ke dunia mata uang kripto.

Sejarah pun memang pernah mencatatkan kalau Jassy pernah mengajukan teknologi blockchain untuk diterapkan pada bisnis Amazon pada 2017 silam. Jassy sempat menyampaikan dalam sebuah pernyataan di konferensi “re: Invent” milik Amazon mengenai teknologi blockchain.

Jassy menyampaikan dirinya ragu bahwa teknologi blockchain dapat digunakan lebih dari sekadar ‘buku besar terdistribusi’. Jassy justru berpikir kalau teknologi blockchain bisa memiliki fungsi lebih dari itu.

Pria 53 tahun tersebut menyebut kalau dirinya dan tim secara pribadi tertarik untuk menerapkan teknologi blockchain pada Amazon. Namun, Jassy mengaku kalau kebijakan Amazon tidak akan mengizinkan karyawannya untuk membangun teknologi dengan dasar keinginan pribadi.

Hingga akhirnya pada 2018, Jassy benar-benar mengeksekusi keinginanannya tersebut dengan menawarkan ‘quasi-blockchain’ saat peluncuran dua produk blockchain milik Amazon, yakni Amazon Quantum Ledger Database dan Amazon Managed Blockchain.

Kendati demikian, penunjukkan Jassy sebagai CEO Amazon yang baru pada akhir tahun nanti juga tidak lepas dari kontroversi. Pasalnya, Jassy pernah terlibat konflik dengan Coinbase tekait pemadaman Amazon Web Service pada November 2020 lalu.

Meski begitu, komunitas crypto di seluruh dunia saat ini menunggu kira-kira terobosan apa yang akan dibawa oleh Jassy sebagai pengamat teknologi blockchain saat menjadi CEO Amazon nanti.

(*)

Kredit Gambar : Wall Street Journal

Muhammad Zaki Fajrul Haq
Author: Muhammad Zaki Fajrul Haq

Follow me at @mzfajrulhaq (Instagram) or @ZakiFajrul (Twitter).

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments