JD.com Umumkan Akan Memakai Blockchain Pada Sistem Pelacakan Importir Daging Sapi

JD.com

Bagikan artikel ini :

E-commerce terbesar di China, JD.com yang bermitra dengan eksportir daging di Australia yaitu InterAgri siap meluncurukan system transaksi yang mengandalkan perkembangan teknologi Blockchain. Tujuan pembuatan system tersebut untuk memberikan transparansi yang lebih besar mengenai asal daging sapi yang di jual di China.

InterAgri juga berencana akan menjual premium Pure Black Angus Beef yang berasal dari pertanian Australia ke konsumsi China melalui e-commerce JD.com. Sedangkan untuk kerjasama selanjutnya pada bulan Februari lalu, JD membuka kantor pertamanya di Melbourne untuk mendukung eksportir Australia yang menjual dagingnya ke China.

Menurut JD.com saat system Blockchain benar-benar diterapkan maka akan sangat memungkinkan kalau konsumen bisa melacak setiap potongan Pure Black Angus Beef dari peternakan Australia, dimana asalnya.

Dengan melakukan pendaftaran pada which-50’s Irregular Insight newsletter, konsumen dapat mengakses banyak sekali informasi, termasuk rincian hewan yang diperjual belikan, seperti di mana dan bagaimana hewan tersebut berasal dan bagaimana daging tersebut diproses.

Alibaba juga tengah mengerjakan proyek Blockchain untuk meningkatkan systemnya, terutama dalam produk makanan.
Pada bulan maret 2017, perusahaan tersebut memberikan pengumuman bahwa mendatangani MoU dengan PwC, Blackmores dan Australia Post untuk lebih mengeksplorasi teknologi Blockchain untuk meminimalisir penjualan produk makanan palsu secara online.

Memastikan darimana asal produk makanan yang masuk adalah perhatian utama bisnis e-commerce yang ada di China, dimana konsumen bisa semakin focus pada keaslian serta keamanan produknya.

Tepat pada akhir tahun lalu, JD, IBM, Walmart, dan Tsinghua University National Engineering Laboratory for E-commerce meluncurkan Blockchain Food Safery Alliance, yang dirancang untuk semakin meningkatkan pelacakan produk.

Chen Zeng selaku CTO JD.com mengatakan “kami semakin menerapkan solusi penelusuran produk dengan menerapkan Blockchain untuk memberikan kepercayaan pada para konsumen bahwa mereka bisa membeli produk dengan aman dan terpercaya.”

“Konsumen di China tidak hanya menginginkan produk impor yang berkualitas, mereka juga ingin tahu bahwa mereka bisa mempercayai bagaimana dan dimana makanan mereka berasal, dan Blockchain sangat membantu kita mewujudkannya” Lanjut Chen

Menurut Meat&Livetock Australia (MLA), fresh food saat ini sedang menjadi salah satu kategori dengan pertumbuhan tercepat pada platform JD dan pada tahun 2016, China berhasil mengimpor $ 737,3 juta daging sapi Australia.

Adrian McCorkell selaku Direktur InterAgri mengatakan “permintaan untuk daging sapi premium di China telah meningkat pesat selama beberapa tahun terakhir..”

“Dengan bekerja sama dengan JD.com dan memanfaatkan reputasinya untuk kualitas dan kemampuan untuk membawa fresh food ke ratusan pelanggan yang sangat berpotensial, sehingga kami membuka peluang sangat besar untuk para eksportir daging sapi Australia agar bisa memenuhi keinginan konsumen di masa depan.”

loading...

Bagikan artikel ini :

Tinggalkan Komentar

Please Login to comment