Punya Niat Mulia, Investor Awal Bitcoin Calonkan Diri Jadi Gubernur California

Investor Awal Bitcoin Calonkan Diri Jadi Gubernur California

Share :

Kanalcoin.com –  Investor era awal bitcoin, Chamath Palihapitiya, dikabarkan tengah mencalonkan diri menjadi gubernur California. Palihapitiya disebut-sebut memiliki niat mulia di tengah rencana pencalonannya sebagai gubernur California.

Investor di masa-masa awal bitcoin, Chamath Palihapitiya, menyampaikan dalam sebuah cuitan di akun Twitter pribadi miliknya pada Selasa (26/1/2021) waktu setempat hendak menyalonkan diri sebagai gubernur California.

Cuitan yang diunggah oleh Palihapitiya tersebut juga menyematkan sebuah link menuju situs resmi miliknya. Dalam situs resmi tersebut, Palihapitiya menyampaikan sejumlah janji jika dirinya terpilih menjadi gubernur California.

Mantan eksekutif Facebook itu menyampaikan kalau dirinya akan melakukan pemotongan pajak besar-besaran, menaikkan gaji guru, mengakhiri pinjaman mahasiswa, dan mencetak akta untuk tiap kelahiran baru di wilayah California.

Dilansir Kanalcoin.com dari Cointelegraph, Palihapitiya nampaknya tengah bersiap untuk ikut serta dalam pemilihan gubernur California yang akan diadakan pada 2022 mendatang. Namun, Palihapitiya bisa saja ikut dalam pemilihan khusus yang diadakan pada tahun ini.

Hal itu dikarenakan Gubernur California saat ini, Gavin Newsom, berada dalam masalah. Pasalnya, Newsom sudah tidak mendapat sambutan baik dari warga California karena sejumlah masalah yang menghampiri masa pemerintahannya.

Kabarnya, semakin banyak warga California yang tidak senang dengan kinerja Newsom sebagai Gubernur California. Beberapa masalah yang menjadi sorotan warga California adalah terkait dengan penanganan COVID-19 yang tidak konsisten dan pengelolaan vaksin yang bergerak dengan lambat.

Palihapitiya menjanjikan kepada warga California kalau dirinya akan menjadikan negara bagian tersebut menjadi pusat teknologi terkemuka.

“Mari jadikan California sebagai pusat global dari semua pekerjaan teknologi dan iklim dengan menyelaraskan kembali insentif kita daripada menyingkirkannya.”

Palihapitiya sendiri merupakan mantan eksekutif Facebook yang sebelumnya pernah menjadi investor awal bitcoin dengan membeli sejumlah satu juta bitcoin. Kini, Palihapitiya menjabat sebagai CEO dari firma modal ventura Social Capital.

Selain itu, Palihapitiya pernah menyampaikan dalam sebuah wawancara pada 7 Januari silam kalau dirinya yakin bitcoin bisa menjadi jaminan terhadap ketidakpastian ekonomi. Palihapitiya menyampaikan kalau harga bitcoin bahkan bisa melonjak menjadi 200 ribu dolar per koinnya selama lima hingga sepuluh tahun ke depan.

Pada April 2020 lalu, majalah Forbes juga menyampaikan kalau Palihapitiya kembali membeli bitcoin pada 2013 saat harga bitcoin masih 80 dolar per koinnya. Bahkan, Palihapitiya pernah mengklaim kalau dirinya sempat berada di satu titik saat memiliki sekitar 5 persen dari seluruh pasokan bitcoin yang ada.

Amerika Serikat diramalkan akan semakin ramah dengan mata uang kripto seiring terpilihnya Presiden Joe Biden. Pasalnya, Biden yang resmi menjabat sejak 20 Januari lalu memiliki sejumlah nama yang akrab dengan dunia mata uang kripto dalam pemerintahannya.

Misalnya saja, ada nama mantang anggota Dewan Direksi Penasihat Ripple, Michael Barr, sebagai Pengawas Mata Uang (Comptroller of Currency). Selain itu, ada juga nama Gary Gensler yang menjabat sebagai Ketua Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC).

(*)

Muhammad Zaki Fajrul Haq
Author: Muhammad Zaki Fajrul Haq

Follow me at @mzfajrulhaq (Instagram) or @ZakiFajrul (Twitter).

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments