Duet Ping An-Bank Sentral China Tawarkan Asuransi Digital Yuan untuk Penanganan COVID-19

Pembayaran dengan Yuan Digital

Share :

Kanalcoin.com – China akan menawarkan kebijakan asuransi kesehatan dalam bentuk Yuan digital. Hal ini bertujuan untuk memperluas penggunaannya kepada masyarakat di Negeri Tirai Bambu.

Dilansir Kanalcoin.com dari News.Bitcoin.com, kebijakan asuransi digital Yuan sendiri merupakan hasil dari bentuk kerjasama antara Ping An dengan Bank Sentral China, dalam hal ini sebagai promotor terciptanya digital Yuan.

Tujuan asuransi tersebut adalah untuk mendukung kebijakan Presiden China, Xi Jinping, yang ingin menciptakan inovasi ekonomi digital dengan mengembangkan digital currency electronic payment (DCEP).

Kebijakan asuransi digital Yuan telah diluncurkan pertama kali oleh Ping An selaku perusahaan asuransi terbesar di China.

Peluncuran tersebut dilakukan di Shenzen, provinsi Guangdong yang juga merupakan salah satu tempat uji coba penggunaan Yuan digital sebagai bentuk mata uang digital dari Bank Sentral China.

Menurut laporan GlobalTimes.cn yang dikutip Kanalcoin.com, teknis pemberian asuransi tersebut berorientasi pada tenaga kesehatan yang bekerja di distrik Nanshan, Shenzen.

Asuransi digital yuan sendiri akan diberikan kepada para anggota tim medis dalam bentuk tiga jenis. Pertama berupa kompensasi senilai 300.000 yuan (sekitar Rp671.566) yang akan diberikan kepada tenaga medis yang meninggal terpapar COVID-19.

Kemudian, jenis asuransi yang diberikan kepada tenaga medis yang didiagnosis terinfeksi Covid-19 sebesar 50.000 yuan atau setara dengan Rp111.928. Terakhir, jenis asuransi lainnya berupa kompensasi 50.000 yuan bagi para pekerja medis yang meninggal tidak disengaja dan bukan disebabkan terinfeksi COVID-19.

Namun, hal tersebut tidak serta merta mereka dapatkan secara cuma-cuma, melainkan para pelamar tersebut sudah menggunakan dompet digital yuan sebagai alat pembayaran. Adapun dompet digital yuan sendiri dapat diperoleh dengan cara melakukan pemasangan aplikasi RMB (Renimbi) di ponsel.

Sehingga tujuan penggunaan RMB dapat diperluas pula pada skenario klaim, pembayaran, dan asuransi lainnya.

Bahkan, menurut asisten profesor di Gaoling School of Artificial Intelligence, Renmin University, Wang Peng, dengan adanya asuransi digital ini dapat membiasakan masyarakat untuk menggunakan RMB yang lebih luas.

“Langkah ini bertujuan untuk menumbuhkan kebiasaan pengguna untuk skenario aplikasi yang lebih luas, karena uji coba sebelumnya sebagian besar menargetkan e-commerce dan pembayaran online,” ucap Wang Peng.

Sebelumnya, kebijakan penggunaan Yuan digital sendiri tengah diuji coba sejak awal 2021 oleh pemerintah China di lima kota besar. Kelima kota tersebut adalah Suzhou, Beijing, Chengdu, Shanghai, dan terakhir adalah Shenzen, yang di mana pemberian tersebut dilakukan melalui amplop merah atau angpao dan lotere.

Sejauh ini mata uang digital yuan sudah dikucurkan pada tahap uji coba sebesar $40 juta dalam bentuk angpao dengan $35 juta di antaranya telah tersebar di lima wilayah metropolitan tersebut. Pengujian yang dilakukan sejak pertengahan Oktober 2021 di Shenzen telah dibagikan sebanyak 50.000 angpao berisi masing-masing 200 yuan digital.

(*)

Muhammad Zaki Fajrul Haq
Author: Muhammad Zaki Fajrul Haq

Follow me at @mzfajrulhaq (Instagram) or @ZakiFajrul (Twitter).

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments