Demi Misi Mulia, Coinbase dan CoinTracker Jalin Kerja Sama di Bidang Perpajakan

Coinbase dan CoinTracker Jalin Kerjasama

Share :

Kanalcoin.com –  Coinbase dan CoinTracker dikabarkan menjalin kerja sama di bidang perpajakan Amerika Serikat. CoinTracker menawarkan kerja sama agar para pengguna Coinbase bisa membayar pajak tahunan 2020 lebih mudah dari biasanya.

Para pengguna Coinbase di Amerika Serikat saat ini akan lebih mudah dalam melaporkan keuntungan dan kerugian yang mereka miliki dalam mata uang kripto milik mereka kepada Internal Revenue Service (IRS). Hal tersebut dikarenakan Coinbase bekerja sama dengan CoinTracker.

CoinTracker sendiri merupakan perusahaan pelacakan portofolio dan platform penghitungan pajak mata uang kripto. CoinTracker menawarkan proses yang lebih sederhana bagi para pengguna Coinbase untuk melaporkan transaksi mata uang kripto milik mereka.

Nantinya, CoinTracker akan menghitung dan mengisi formular spesifik yang ditujukan kepada para pemilik mata uang kripto, seperti Form 8949 dan Schedule D. Pengisian formular tersebut bertujuan untuk melaporkan keuntungan modal, kerugian, dan aset atas pengembalian pajak penghasilan para pemilik mata uang kripto.

Skema yang ditawarkan oleh CoinTracker ini nantinya bisa digunakan oleh individu dan akuntan atau sebagai bagian dari program perangkat lunak pengarsipan pajak di Amerika Serikat, seperti TurboTax.

Founder CoinTracker, Chandan Lodha, menyebut kalau kemitraan yang mereka lakukan dengan Coinbase akan memberikan fasilitas integrasi satu klik dari halaman pajak milik Coinbase. Integrasi satu klik ini nantinya akan memungkinkan pengguna untuk menghitung keuntungan dan kerugian mata uang kripto yang mereka miliki di platform.

Dilansir Kanalcoin.com dari Cointelegraph, Lodha juga menyampaikan alasan CoinTracker bekerja sama dengan Coinbase adalah melanjutkan misi mulia mereka yang pernah disampaikan pada April 2020 lalu.

Lodha menyebut kalau CoinTracker ingin membantu meningkatkan kepercayaan dan legitimasi industri mata uang kripto secara keseluruhan, khususnya di mata pemerintah. Oleh karena itu, CoinTracker berusaha untuk membantu pemangku kebijakan melihat kalau sebagian besar penggunaan mata uang kripto dilakukan oleh orang biasa.

CoinTracker juga ingin menunjukkan kepada pemerintah dan pemangku kebijakan kalau transaksi yang dilakukan oleh para pemilik mata uang kripto adalah legal dan dilakukan orang-orang dengan kepatuhan terhadap pajak yang sangat tinggi.

Kini, IRS memang mulai dengan ketat mengawasi berbagai transaksi yang dilakukan oleh para pengguna mata uang kripto. Hal tersebut dilakukan IRS seiring perkembangan industri mata uang kripto yang sangat pesat dalam beberapa waktu terakhir.

Bahkan, pada Agustus 2020 lalu, sebuah memorandum dari agen federal dikeluarkan dengan menyampaikan kalau Pemerintah Amerika Serikat menganggap semua transaksi mata uang kripto dihitung sebagai pendapatan kena pajak.

Pada Desember 2020, IRS sempat mengeluarkan formular pajak yang cukup kontroversial bagi para pemilik mata uang kripto. Dalam formular yang dikeluarkan untuk warga Amerika Serikat tersebut, IRS mengajukan pertanyaan mengenai intensitas transaksi aset digital yang dilakukan warga Amerika Serikat.

Dengan demikian, warga Amerika Serikat secara tidak langsung diminta jujur mengenai aset digital milik mereka agar tidak terkena pemalsuan data dalam perpajakan.

(*)

Muhammad Zaki Fajrul Haq
Author: Muhammad Zaki Fajrul Haq

Follow me at @mzfajrulhaq (Instagram) or @ZakiFajrul (Twitter).

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments