Diduga Melakukan Penipuan, Crypto Exchange di India Diperiksa Polisi

Crypto Exchange di India Diperiksa Polisi

Share :

Kepolisian Delhi, India dikabarkan sedang memeriksa salah satu crypto exchange di india bernama Pluto Exchange. Hal tersebut merupakan kelanjutan dari laporan salah satu klien Pluto Exchange, Joginder Kumar.

Kumar melaporkan kepada polisi bahwa dirinya telah ditipu oleh Pluto Exchange dalam hal investasi cryptocurrency. Pihak Pluto Exchanger disebut Kumar memberitahu dirinya tentang bisnis penambangan mata uang kripto dengan nama “f2poolminin”.

Tersangka, yang diduga berasal dari Pluto Exchange, mndesak Kumar untuk berinvestasi dalam bentuk mata uang kripto melalui penambang yang sudah dibuat oleh Pluto Exchange tersebut. Kumar dijanjikan akan mendapatkan return sebesar 20 hingga 30 persen tiap bulannya.

Bahkan, Kumar diberitahu bahwa semakin banyak klien yang dibawa oleh Pluto Exchange untuk ikut berinvestasi, semakin banyak pula keuntungan yang akan didapatkan oleh Kumar.

“(Dia) mengatakan kepada saya bahwa jika dia membawa lebih banyak klien ke perusahaannya, dia akan memberi saya komisi,” ucap Kumar, seperti dilansir dari News.Bitcoin.com.

Kumar, yang tertarik dengan iming-iming dari Pluto Exchange, pun lantas menginvestasikan Rs 5 lakh (6,780 dolar Amerika Serikat) kepada Pluto Exchange. Akan tetapi, Kumar tak kunjung mendapatkan return sebesar yang dijanjikan sebelumnya.

Kumar mencoba menghubungi pihak Pluto Exchange untuk menanyakan hal tersebut. Pluto Exchange disebut merespons dengan menyampaikan bahwa jatuhnya harga bitcoin dan ukuran akun yang dimiliki Kumar membuat pihak Pluto Exchange tak mampu mentransfer jumlah yang dijanjikan kepada akun bank Kumar.

Kumar pun bersedia menunggu beberapa bulan seperti yang diminta oleh Pluto Exchange. Namun, kabar gembira tak kunjung datang dari Pluto Exchange. Malahan, saat Kumar datang ke kantor Pluto Exchange, yang berada di Connaught Place, dia menemukan bahwa perusahaan itu telah pindah ke Dubai.

“Saya menemukan bahwa (ada) banyak orang seperti saya yang menginvestasikan uang mereka di perusahaan. Direktur mengumpulkan sekitar Rs 50 crore (6,78 juta dolar Amerika Serikat) atas nama bisnis cryptocurrency,” kata Kumar.

Sampai saat ini, kabarnya, sudah ada 43 orang yang melaporkan kasus sama yang seperti dialami oleh Kumar. Para korban melaporkan dugaan tindak penipuan tersebut ke bagian Economic Offenses Wing Kepolisian Delhi, India.

Nama Pluto Exchange sebenarnya sudah tidak asing di telinga masyarakat India. Pasalnya, pada Desember 2017 lalu, Pluto Exchange sempat meluncurkan aplikasi perdagangan mata uang kripto milik mereka di Google Play Store.

Akan tetapi, para pengguna mengeluh aplikasi tersebut tidak bisa digunakan dan tidak berfungsi pada 2018. Bahkan, saat berita ini ditulis, situs web perdagangan milik Pluto Exchange sudah tidak aktif lagi.

Sampai berita ini dibuat, pihak kepolisian India masih terus menyelidiki kasus yang melibatkan Pluto Exchanges. Belum ada kabar terbaru terkait kasus penipuan mata uang kripto tersebut.

(*)

Redaksi-Kanalcoin
Author: Redaksi-Kanalcoin

Cryptocurrency Media

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments