Berkecimpung di Dunia Cryptocurrency, 19 Perusahaan Raih Laba Tertinggi di S&P 500

Perusahaan Raih Laba Tertinggi di S&P 500

Share :

Kanalcoin.com – Raksasa perbankan Wall Street, Goldman Sachs, telah mengidentifikasi sekumpulan saham yang erat berhubungan dengan industri mata uang kripto dengan kinerja jauh lebih baik dari pada saham lain di S&P 500 itu sendiri.

Dalam sebuah catatan kepada investor pada Selasa (27/4/2021), Goldman Sachs menyoroti ada 19 saham perusahaan di Amerika Serikat yang memiliki kapitalisasi pasar lebih dari $1 miliar serta memiliki hubungan dekat dengan industri cryptocurrency dan blockchain.

Pakar investasi Goldman menyatakan bahwa banyak dari saham ini telah secara dramatis mengungguli pasar saham yang lebih luas. Bahkan, rata-rata laba perusahaan-perusahaan tersebut sebesar 43 persen tahun ini.

Jumlah tersebut bernilai di atas tiga kali lipat lebih dibandingkan laba perusahaan lain yang hanya menyentuh angka 13 persen di S&P 500 selama periode yang sama.

Dilansir Kanalcoin.com dari Cointelegraph, dua saham terkemuka adalah perusahaan pertambangan mata uang kripto, Marathon Digital Holdings dan Riot Blockchain, yang memiliki keuntungan masing-masing 218 persen dan 151 persen pada tahun tersebut.

Tesla juga memiliki tahun yang solid, dengan saham mencapai level tertinggi sepanjang masa yaitu sebesar $883 pada Januari. Hal itu terjadi beberapa minggu sebelum mereka mengumumumkan telah menginvestasikan $1,5 miliar ke dalam Bitcoin.

Facebook juga disebut-sebut sebagai perusahaan yang melejit pada periode saat ini. Salah satu hal yang berpengaruh adalah rencana mereka untuk meluncurkan cryptocurrency mereka sendiri pada tahun ini.

Pendukung perusahaan Bitcoin (BTC) lainnya adalah MicroStrategy, yang melihat harga sahamnya meledak pada pertengahan April tepat sebelum Bitcoin mencapai level tertinggi sepanjang masa pada nilai $65 ribu per token. Goldman memperkirakan bahwa perusahaan tersebut memiliki BTC senilai sekitar $4,5 miliar.

Perusahaan pembayaran milik Jack Dorsey, Square, juga telah mengucurkan uang ke dalam aset crypto dengan pembelian Bitcoin sebesar $220 juta.

Raksasa pembayaran lain yang condong ke arah crypto, termasuk PayPal, Mastercard, dan Visa, yang semuanya menawarkan beberapa bentuk pembayaran aset digital dan bahkan perdagangan aset crypto, juga menjadi perusahaan yang meraih laba tinggi.

Analis Goldman mencatat dua bank besar, BNY Mellon dan JPMorgan Chase, telah mempelopori adopsi blockchain melalui penyimpanan kripto dan transaksi antar bank.

Daftar tersebut dilengkapi dengan adanya crypto exchange ternama di Amerika Serikat, Coinbase, operator pertukaran, Overstock.com, pelopor blockchain, IBM, pembuat microchip, Nvidia, dan perusahaan layanan keuangan, InvestView, Broadridge Financial, dan Ideanomics.

Dalam catatan kepada klien minggu lalu, Dan Ives, seorang analis di perusahaan investasi Wedbush Securities melukiskan gambaran yang lebih besar:

“Kisah dan tema di sini jauh lebih besar dari sekadar berinvestasi dalam Bitcoin dan memprediksi jalur harga potensial. Ini tentang potensi konsekuensi yang dapat ditimbulkan oleh crypto, blockchain, dan Bitcoin di seluruh dunia korporat untuk dekade berikutnya.”

(*)

Muhammad Zaki Fajrul Haq
Author: Muhammad Zaki Fajrul Haq

Follow me at @mzfajrulhaq (Instagram) or @ZakiFajrul (Twitter).

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments