Bank Central Malaysia dan 9 Bank Lainnya Siap Menciptakan Aplikasi Blockhain

Bank Central Malaysia

Bagikan artikel ini :

Jessica Chew Lian selaku Deputi Gubernur Bank Central Malaysia (BNM) berbicara dalam pertemuan Banker Digital Finance Convention 2018 yang di adakan di Malaysia, ia mengatakan bahwa saat ini 9 bank domestik sudah bekerjasama dalam pembangunan dan pengembangan trade finance Blockchain project.

“Di dalam blockchain space, industry di sejumlah yurisdiksi sudah mengumpulkan sumber daya guna membiayai proses eksperiman yang terlibat dalam pengembangan aplikasi teknologi. Di Malaysia, sudah ada 9 yang menyetujui akan mengembangkan aplikasi berbasis blockhain”, kata Lian dalam konvensi tersebut.

Walaupun Lian tidak memberitahukan siapa 9 bank yang akan terlibat dalam proyek kolaborasi tersebut, atau rincian yang lebih lanjut mengenai proyek blockchain yang tengah dalam proses pengembangan, mereka menawarkan kepada bank sentral untuk ikut mengembangkan teknologi tersebut.

Namun tentunya penerapan Blokchcain saat ini semakin ketat, karena bank-bank di seluruh daratan Asia sudah bergabung untuk melakukan pengujian pada berbagai macam penggunaan teknologi blockchain, termasuk kerjasama dengan perusahaan rintisan Blockhain seperti Ripple untuk pengiriman uang bulan ini.

Negara Malaysia tampaknya sudah melakukan konsolidari untuk rencana pengaturan pada blockchain dan juga kripto. Sementara itu, pada bulan Februari lalu BNM sudah mengeluarkan undang-undang terbarunya dalam standar penetapan transaksi kripto di dalam negara.

Lian juga mengatakan bahwa saat ini BNM tengah mengerjakan proyek Open Application Program Interfaces (Open APIs), yang akan sangat memungkinkan adanya pembuatan jaringan informasi bersama. Oleh sebab itu untuk mendukung keberhasilan proyek tersebut, sudah dibentuk tim khusus yang akan mengerjakan proyeknya.

Sementara itu, dalam pidato lain yang di lakukan oleh salah satu perusahaan Amerika Serikat yaitu Kodak. Kodak merupakan perusahaan yang memiliki kisah sangat terkenal terutama dalam kasus perkembangan digital. Mereka terpaksa keluar dari jalur bisnis karena kamera digital semakin mendominasi pasaran sedangkan Kodak semakin ditinggalkan. Bahkan, karena penggunaan ponsel pintar sudah semakin dimanfaatkan, termasuk kameranya, masyarakat lebih memilih ponsel. Teknologi semakin menggeser inovasi yang baru saja hadir.

Kemajuan teknologi bisa menjadi boomerang bagi perusahaan-perusahaan besar atau hanya sekedar lampu merah yang akan mengehtikan pergerakan bisnis mereka. Oleh sebab itu, perusahaan-perusahaan di dunia mulai melihat peluang perkembangan digital saat ini.

Oleh sebab itulah, saat ini Kodak tengah meluncurkan Blockchain dan kripto serta melakukan ICO guna penggalangan dana dalam proyek pengembangan Blockchainnya. ICO sudah dilakukan sejak Januari 2018.

Bahkan pekan lalu, cointelegraph juga melaporkan mengenai maskapai penerbangan yang ada di Malaysia, yaitu AirASi, mereka akan mempertimbangan untuk segera melakukan ICO. CEO AirAsia yaitu Tony Fernandes masih cukup percaya diri dengan adanya peraturan kripto di Malaysia saat ini.

loading...

Bagikan artikel ini :

Tinggalkan Komentar

Please Login to comment