Aset Adalah Pendorong Kemajuan Bisnis, Kenali Definisi dan Jenisnya

Aset adalah

Share :

Kanalcoin.com – Aset adalah hal yang tidak bisa dihilangkan dari dunia bisnis. Namun, masih ada orang yang menganggap aset sama seperti modal.

Padahal, keduanya sangat berbeda. Dalam bisnis, aset dapat dijadikan modal, tetapi modal tidak bisa dijadikan aset.

Selain itu, dalam akuntansi sebuah perusahaan, aset adalah hal penting lantaran akan menjadi tanggung jawab akuntan untuk melaporkannya dalam neraca keuangan.

Lantas, apa definisi aset? Yuk, cari tahu pengertian aset menurut para ahli, ciri khas, dan jenisnya dalam pembahasan di bawah ini!

Pengertian Aset Menurut Para Ahli

Ada beberapa arti aset yang telah diulas oleh KBBI maupun para ahli yang bisa membantu kamu untuk memahami realitas aset. Adapun kami telah meringkasnya untuk kamu, seperti di bawah ini:

1. Pengertian Aset KBBI

Dalam KBBI, aset memiliki arti segala sesuatu yang dapat ditukar dan sesuatu itu bisa digunakan untuk modal maupun sebagai harta kekayaan.

2. Definisi Aset Menurut PSAK

Berdasarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No.16 revisi tahun 2011, aset adalah segala harta yang berasal dari perusahaan atau individu.

Harta  itu meliputi yang berwujud dan tidak berwujud, yang terpenting harta itu bernilai manfaat bagi individu dan lembaga usaha.

3. Definisi Aset Menurut IAI (Ikatan Akuntan Indonesia)

Berdasarkan pendapat IAI, aset adalah sarana prasarana atau sumber daya yang berada dalam kendali suatu perusahaan, sudah ada sejak masa lalu, tetapi dapat memberikan manfaat menguntungkan bagi perusahaan di masa depan.

4. Pengertian Aset dari Peraturan Pemerintah

Dalam PP  No. 24 tahun 2005 yang merupakan aset itu berupa aset current dan aset non current. Aset current adalah aset yang dapat ditukar dengan uang, sedangkan aset non current adalah aset yang sulit ditukar dengan uang dalam waktu yang singkat.

5. Pengertian Aset dari IFRS ( International Financial Reporting Standards)

Pendapat IRS terkait aset adalah termasuk sumber yang dikuasai oleh suatu unit usaha atau kesatuan akuntansi yang terjadi karena masa lalu, seperti menciptakan atau membeli aset.

Aset berasal dari manfaat ekonomi yang dapat dirasakan di masa depan seperti adanya kas masuk, dan lain-lain.

Ciri Khas Aset

Dari definisi beberapa pendapat terkait aset, dapat ditemukan beberapa ciri khas aset yang membedakan dengan realitas keuangan lainnya, yakni:

  1. Aset dimiliki oleh individu, perusahaan, atau negara .
  2. Aset memiliki nilai ekonomis yang dapat ditukar dengan uang tunai atau bisa dijual.
  3. Aset meliputi sarana prasarana atau sumber daya yang berwujud atau tidak berwujud, yang terpenting bisa memberikan manfaat ekonomis di masa depan.

Jenis Kategori Aset

Aset memiliki banyak jenis yang dapat dimasukkan ke dalam tiga kategori utama, antara lain:

  1. Perubahan atau konversi, yang artinya aset dapat diukur berdasarkan mudah tidaknya diubah menjadi uang.
  2. Eksistensi atau keberadaan, yang artinya aset dapat diukur dari adanya wujud atau tidak adanya wujud.
  3. Fungsi kegunaan, yang artinya aset dapat diukur dari tujuan penggunaan terhadap operasional bisnis.

Pentingnya mengetahui jenis kategori aset adalah agar bisa memutuskan kebijakan yang tepat. Misalnya, dengan mengetahui aset berdasarkan perubahan/konversi, dapat membantu menentukan modal yang harus dikeluarkan untuk bisnis.

Ketika kamu memahami bentuk aset berdasarkan eksistensi atau keberadaannya dapat membantu  untuk memikirkan risiko bisnis yang berjalan.

Dengan mengetahui aset berdasarkan fungsi kegunaan, dapat memberikan gambaran kontribusi yang dihasilkan dari bentuk aset serta menentukan persentase penghasilan bisnis.

Kategori Aset Perubahan/Konversi

Berdasarkan perubahan aset yang bisa diubah menjadi uang tunai, kategori aset dapat dibedakan menjadi aset lancar/jangka pendek dan aset tetap/tidak lancar/jangka panjang.

Definisi aset lancar adalah aset yang dimiliki individu atau perusahaan, yang dapat dijual atau ditukar dengan uang tunai dalam kurun waktu kurang dari setahun atau waktu yang singkat.

Contoh aset lancar meliputi: uang cash, piutang, investasi berupa deposito jangka pendek, sarana prasarana kantor, saham, dan surat bernilai.

Sedangkan definisi  aset tetap merupakan aset individu atau perusahaan yang sulit dijual atau ditukar dengan uang cash. Di sisi lain bisa ditukar tapi butuh proses yang lama. Pada umumnya, aset ini bertujuan untuk operasional perusahaan bukan untuk dijual.

Bentuk aset tetap meliputi: pabrik, kendaraan, mesin, alat kantor, tanah, gedung, dan merek produk/dagang. Bentuk aset itu diharapkan dapat memberikan keuntungan jangka panjang selama lebih dari setahun.

Kategori Aset Eksistensi/Keberadaan

Berdasarkan eksistensi atau keberadaannya, aset dapat dikategorikan menjadi dua jenis, yaitu aset yang terlihat wujudnya dan aset yang tidak terlihat wujudnya.

Definisi aset berwujud adalah aset yang dapat dirasakan oleh panca indera dan dapat diamati, dirasakan, dan disentuh. Contoh aset berwujud seperti: surat bernilai, sarana prasarana kantor, mesin, gedung, rumah, tanah, dan uang cash.

Sedangkan definisi aset tidak berwujud merupakan aset yang tidak dapat dirasakan oleh panca indera, tetapi kehadirannya dapat dirasakan manfaatnya.

Aset yang tidak nampak ini dikelola dalam peraturan perundang-undangan. Contoh aset tidak berwujud seperti: hak cipta, hak paten, hak sewa, merek dagang, izin edar, dan rahasia bisnis.

Kategori Aset Kegunaan

Berdasarkan fungsi kegunaan, aset dapat dikategorikan menjadi dua, yaitu aset operasional dan non operasional.

Aset operasional merupakan aset yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang operasional atau kegiatan sehari-hari  perusahaan. Contoh aset ini meliputi: hak cipta, hak paten, uang cash, mesin, kendaraan, sarana prasarana, bangunan, dan gedung.

Sedangkan aset non operasional merupakan aset yang tidak langsung mendukung operasional perusahaan, tetapi dapat meningkatkan penghasilan. Aset ini meliputi: surat berharga, investasi, tanah kosong, hasil deposito, dan investasi.

Tips Melindungi Aset Bisnis Kamu

  1. Mengasuransikan bisnis, supaya ketika bisnis kamu menghadapi masalah yang mengancam aset, maka ada yang membantu menyelesaikannya.
  2. Membangun entitas bisnis, seperti perseroan terbatas (PT) karena kalau perusahaan kepemilikan tunggal bisa membuat aset individu berpotensi mendapat gugatan dari pihak perpajakan.
  3. Tidak mencampur uang pribadi dan perusahaan dalam satu rekening, supaya fokus mengelola kas dan aset perusahaan.
  4. Mengaplikasikan sistem kontrak dengan tepat, teliti, dan cermat dalam perjanjian kerja sama, penyewaan, jual beli, dan lain-lain, supaya terhindar dari kecurangan kontrak oleh kreditur.

Bagaimana kamu sudah tahu definisi aset? Ternyata aset adalah unsur bisnis yang dapat kamu kelola untuk melancarkan proses operasional, meningkatkan penjualan dan mengembangkan bisnis lebih maju.

(*)

Muhammad Zaki Fajrul Haq
Author: Muhammad Zaki Fajrul Haq

Follow me at @mzfajrulhaq (Instagram) or @ZakiFajrul (Twitter).

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments