Terungkapnya Asal Kehidupan Mewah Raja Crypto Dari Arizona Pendiri Zima Digital Aset

Zima Digital Aset

Share :

Secret Service (Dinas Rahasia Amerika Serikat) menangkap John Michale Caruso dan Zachary Salter pada 30 Januari lalu. Mereka adalah para pendiri Zima Digital Aset yang berbasis di Arizona. Situs web Zima mengklaim perusahaan itu mengoperasikan berbagai dana pribadi yang berfokus pada investasi dalam teknologi mutakhir.

Termasuk crypto dan aset berbasis blockchain lainnya. Sementara itu, rupanya Caruso pernah punya catatan kriminal dan terakhir kali dibebaskan dari penjara pada akhir 2017. Selama ini, ia menyebut dirinya sendiri sebagai Raja Crypto pada media sosial miliknya.

Caruso juga mengklaim sudah menjadi investor mata uang crypto sejak 2012 silam. Sementara rekannya, yaitu Salter, adalah penyanyi R & B yang akan merilis lagu berjudul Sweet Talker. Caruso dan Salter juga pernah tampil sebagai investor crypto yang sukses di berbagai media seperti Forbes, Entrepreneur dan Cigar Aficionado.

Meskipun mengklaim tidak ada penghasilan kena pajak, postingan media sosial memperlihatkan keborosan mereka dalam pembelian barang mewah yang menarik investor baru.

Mereka juga sering mengunggah gaya hidup mereka di Instagram dan Facebook.  Termasuk video yang menunjukan bahwa Zima Digital Aset punya 1 miliar dolar AS atas aset yang dikelolanya. Mereka menggunakan pesan langsung pada platform untuk menghubungi calon investor. Pada siaran pers yang beredar, terlihat kisah mengerikan Business Insider yang menyebut Caruso sebagai Michael Jordan di algoritma perdagangan cryptocurrency.

Tapi nyatanya, tidak ada uang yang diambil Zima dari calon investornya yang benar-benar diinvestasikan ke dalam cryptocurrency. Pasangan itu malah menggunakan uang itu untuk kehidupannya. Seperti menghabiskan 350.000 dolar AS untuk menyewa mobil mewah dan 610.000 dolar AS untuk jet pribadi.

Belum lagi sewa rumah mewah yang biasa disebut Crypto Castil dan berbagai perhiasan serta pakaian bermerk tinggi. Caruso juga punya armada mobil mewah seperti Lamborghini. Tapi pasangan itu sempat kehilangan 830.000 dolar AS dalam waktu 134 jam saat berjudi di kasino Las Vegas.

Sekarang, mereka berdua dituduh berkonspirasi untuk melakukan penipuan dan pencucian uang. Salter dan Caruso dituduh bahwa sudah melakukan penipuan kepada lebih dari 90 investor sekitar 7,5 juta dolar AS sejak Juni 2018. Tapi sejauh ini, hasil investigasi baru menemukan 1,9 juta dolar AS yang harus dibayarkan kembali kepada investor dalam bentuk pengembalian.

Seluruh angka itu tidak termasuk yang diketahui korban-korban lainnya. Seperti mantan pemain MLB (Liga Baseball Amerika Serikat) yang tidak ingin disebutkan namanya pun terjebak dalam skema Caruso dan Salter. Pemain baseball itu mengalami kerugian hingga 200.000 dolar AS.

Ada juga seorang wanita yang sudah berusia 86 tahun harus kehilangan 60.000 dolar AS. Sementara Zima Digital Aset yang dikelola dua terduga itu masih aktif mengambil investasi sehingga jumlah total yang hilang tidak diketahui.
Randy Ntenk
Author: Randy Ntenk

Freelance writers

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments