Apa Itu NFT dalam Dunia Cryptocurrency?

Apa Itu NFT dalam cryptocurrency

Share :

Kanalcoin.com – Dunia dihebohkan dengan tweet lama pendiri Twitter, Jack Dorsey, yang laku dibeli seharga Rp40 miliar. Tweet singkat yang berbunyi “just setting up my twttr” itu diunggah pada 21 Maret 2006 dan diperdagangkan bukan dengan sistem lelang biasa, tetapi melalui NFT atau non-fungible token.

Apa itu NFT? Bagaimana masa depan NFT? Mengapa kamu harus bersikap antusias dengan semakin populernya NFT? Tulisan kami kali ini akan mengupas tuntas segala informasi tentang NFT yang wajib kamu ketahui. Yuk, simak!

Apa Itu Fungible Asset dan Non-Fungible Asset?

Sebelum menilik lebih jauh tentang NFT, alangkah lebih baiknya kamu paham perbedaan fungible asset dan non-fungible asset. Aset adalah segala sesuatu yang memiliki nilai dan berguna. Bentuknya bisa bermacam-macam, bisa berbentuk fisik seperti emas atau berbentuk digital seperti bitcoin.

Kata “fungible” sendiri memiliki arti “yang dapat ditukar”. Dua aset sejenis dapat ditukar karena memiliki nilai yang sepadan. Misalnya, satu bitcoin pasti sama dengan bitcoin lainnya. Tidak ada perbedaan nilai sehingga kedua bitcoin tersebut memungkinkan untuk ditukar.

Hal ini berbeda dengan non-fungible asset. Katakanlah kamu dan temanmu sama-sama memiliki seekor kuda. Kalian memutuskan untuk menukar kuda kalian. Tentu ini bukanlah pertukaran yang sepadan. Walaupun sama-sama kuda, tetapi ingatan, kekuatan, dan tampilan fisik kuda kalian pasti berbeda. Singkatnya, dua ekor kuda tersebut memiliki perbedaan nilai.

Itulah analogi sederhana dari non-fungible asset. Beberapa contoh lainnya adalah rumah, mobil, dan lukisan.

Apa Itu Token dalam Cryptocurrency?

Sederhananya, token adalah sertifikat kepemilikan digital yang mewakili sebuah aset. Token kripto mewakili aset atau utilitas yang bervariasi dan bisa dipakai untuk menggalang dana, melakukan penjualan maupun pembayaran.

Proses mengubah suatu aset bernilai menjadi token untuk disimpan dalam sistem blockchain (sistem pencatatan transaksi digital) dinamakan tokenisasi.

Apa Itu NFT (Non-Fungible Token)?

Apa itu NFT? NFT dalam cryptocurrency adalah token dari sebuah aset digital unik yang tidak bisa ditukar dengan NFT lain. NFT tersambung dengan sistem blockchain dan bentuknya bisa apa saja, mulai dari foto, video, GIF, meme, skin karakter game tertentu, dan karya lainnya.

Setelah mengetahui hal tersebut mungkin kamu bertanya, apa yang istimewa dari NFT?

Ketika suatu karya menjadi viral tentu akan banyak sekali orang yang meng-copy dan me-repost karya tersebut. NFT dapat menjamin bahwa hanya ada satu karya asli dan seorang kreator asli yang unik dan otentik. Mengapa hal ini bisa terjadi?

Mungkin kamu pernah mendengar kata “immutability” yang menjadi salah satu prinsip kerja sistem blockchain. Kata “immutability” memiliki arti “kekekalan”. Artinya, setiap transaksi yang tercatat dalam sistem blockchain tidak bisa diubah atau dimanipulasi dan akan tersimpan selamanya.

Sebagai contoh, seorang artis menjual musiknya sebagai NFT yang kemudian dienkripsi menjadi kode-kode rumit, khusus, dan unik di dalam sistem blockchain. Dari situ bisa ditelusuri siapa pencipta musik tersebut dan siapa pembeli pertamanya. Dengan kata lain, NFT menjadi sertifikat atas sebuah aset virtual yang eksklusif.

Bagaimana Cara Menjual NFT?

Sebelum menjual NFT hasil karyamu, kamu wajib tahu dulu blockchain apa yang dijalankan. Beberapa di antaranya yang sering dipakai untuk menerbitkan NFT antara lain Ethereum, Binance Smart Chain, Tezoz, dan Polkadot.

Masing-masing blockchain menerapkan standar token NFT yang berbeda. Misalnya, kamu membuat NFT berbasis blockchain Ethereum. Kamu bisa menjualnya di platform bernama opensea.io (salah satu marketplace NFT terbesar) karena platform ini berbasis Ethereum. Kamu tidak bisa menjual NFT di platform yang berbasis Binance Smart Chain.

Berhubung saat ini Ethereum adalah blockchain paling populer, kamu dapat menjual NFT karyamu di opensea.io dengan mudah. Kamu tinggal meng-click “Create” di website tersebut lalu membayar fee untuk melakukan transaksi dalam jaringan Ethereum. Biaya fee akan diambil dari saldo Ethereum (ETH) di virtual wallet kamu.

Setelah itu, kamu akan diarahkan untuk membuat halaman koleksi. Di halaman ini, kamu dapat memberi nama, mencantumkan logo hingga mengatur komisi dan royalti sesuai yang kamu mau. Setelah step ini kamu lalui, kamu akan diminta untuk membubuhkan tanda tangan digital sebagai bukti keabsahan bahwa kamu adalah kreator asli karya tersebut. Selanjutnya, kamu tinggal meng-upload NFT karyamu.

Bagaimana Pengaruh NFT di Masa Depan?

NFT tentunya menjadi angin segar bagi para kreator orisinal di tengah merebaknya duplikasi karya yang tak berujung. Dalam industri game, misalnya, para pengembang game bisa menjual item digital dari game mereka. Hal ini akan memengaruhi ekonomi dalam lingkup yang lebih luas seiring bertambahnya jumlah investasi dalam industri game itu sendiri.

Walau sebenarnya bukan hal baru, tren NFT yang sedang naik daun ini menjadi harapan bagi para pekerja seni untuk terus berkarya. Jadi, apa kamu sudah mulai tertarik untuk membuat dan menjual NFT karyamu sendiri?

Muhammad Zaki Fajrul Haq
Author: Muhammad Zaki Fajrul Haq

Follow me at @mzfajrulhaq (Instagram) or @ZakiFajrul (Twitter).

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments