Apa Itu Leverage? Pedang Bermata Dua dalam Trading Crypto

Apa Itu Leverage ? dalam trading crypto

Share :

 Apa itu Leverage – Ramainya mata uang kripto di Indonesia membuat banyak orang kini mulai melakukan trading di dunia blockchain. Ada yang menggunakan berbagai metode trading, salah satunya adalah dengan leverage.

Banyak yang menyampaikan kalau trading dengan menggunakan leverage bisa membuat kamu mendapatkan keuntungan yang sangat besar dalam proses trading mata uang kripto. Namun, apakah memang benar demikian?

Nah, buat kamu yang masih awam dengan istilah leverage, artikel kali ini akan sedikit menjelaskan kepadamu mengenai leverage dalam dunia kripto, cara kerja, dan keuntungan serta kerugiannya.

Apa Itu Leverage?

Secara sederhana, leverage bisa diartikan sebagai pinjaman atau kredit yang digunakan oleh seorang investor saat melakukan trading. Jadi, pinjaman yang didapatkan investor dari lender akan digunakan dalam trading.

Biasanya, strategi tersebut dilakukan oleh investor untuk mendapatkan keuntungan dari modal seminimal mungkin. Di sisi lain, investor juga tidak memiliki modal yang cukup untuk melakukan trading dengan nominal yang mereka inginkan.

Akan tetapi, penggunaan leverage dalam dunia trading, utamanya di dunia mata uang crypto tidak bisa sembarangan. Pasalnya, seorang trader bisa mendapatkan keuntungan yang sangat besar dalam satu waktu. Di sisi lain, seorang trader juga bisa menderita kerugian berkali-kali lipat dengan menggunakan leverage.

Oleh karena itu, sangat penting bagi para trader untuk tidak terlalu serakah dan menggunakan leverage yang sangat besar dalam proses trading. Sebisa mungkin, tentukan leverage yang proporsional sesuai kemampuan dan kondisi yang tepat.

Bagaimana Cara Kerja Leverage?

Dalam dunia mata uang kripto, leverage akan membuat trader atau investor mendapatkan eksposur yang maksimal dari modal kecil yang mereka miliki. Batas modal yang ditentukan oleh investor tersebut disebut sebagai margin.

Biasanya, ada beberapa jenis tingkat leverage yang ditawarkan oleh berbagai exchange mata uang kripto di dunia, mulai dari 10x, 20x, 50x, hingga 100x. Setiap tingkatan tentu memiliki risiko yang berbeda-beda sesuai dengan besarannya.

Lalu, sebenarnya bagaimana cara kerja leverage dalam dunia trading mata uang kripto?

Sebagai contoh, kamu merupakan trader yang hanya memiliki modal Rp5 juta untuk melakukan proses trading. Dengan modal tersebut, kamu ingin membeli token ETH yang memiliki harga Rp2,5 juta per tokennya.

Kalau kamu tidak menggunakan leverage, praktis kamu hanya bisa membeli 2 token ETH. Namun, kalau kamu menggunakan, misal leverage 10x, kamu bisa membeli 20 token ETH dengan modal Rp5 juta.

Dalam hal ini, modal Rp5juta merupakan batas margin yang kamu tentukan untuk melakukan trading. Dengan mengaktifkan leverage 10x, modalmu berubah menjadi 10 kali lipatnya, yakni Rp50 juta. Itu artinya kamu mendapatkan pinjaman sebesar Rp45 juta.

Dengan modal yang sudah berubah menjadi Rp50 juta, kamu bisa mendapatkan token ETH 10 kali lipat lebih banyak dibandingkan dengan kalau kamu tidak mengaktifkan leverage dalam proses trading milikmu.

Akan tetapi, semakin besar modal yang dikeluarkan tentunya akan semakin besar pula risiko yang dihasilkan. Melanjutkan contoh yang sebelumnya, kamu mungkin akan mendapatkan keuntungan yang besar ketika harga ETH naik menjadi Rp3 juta per tokennya.

Itu artinya nilai ETH yang kamu miliki menjadi Rp60 juta. Secara tidak langsung, kamu telah mendapatkan keuntungan sebesar Rp10 juta atau dua kali lipat dari modal awal yang kamu setorkan sebelumnya.

Berbeda lagi kalau ternyata harga ETH turun menjadi Rp2 juta per tokennya. Bukan hanya nilai ETH yang kamu miliki menurun, tetapi juga seluruh modal awalmu akan hangus dan habis karena kerugian yang kamu derita sebesar Rp500 ribu per token dikalikan dengan leverage 10x.

Hal yang perlu kamu ingat adalah modal yang sudah kamu lepaskan untuk mengaktifkan leverage tidak akan bisa ditarik lagi. Modalmu itu nantinya akan menjadi jaminan bagi lender yang sudah memberikan pinjaman untukmu saat trading.

Keuntungan dan Kerugian Menggunakan Leverage

Seperti yang tertulis pada judulnya, leverage ibarat pedang bermata dua yang mampu menimbulkan keuntungan dan kerugian besar pada penggunanya.

Oleh karena itu, sebelum mencoba menggunakan leverage, kamu harus mengetahui dulu apa keuntungan dan kerugian yang mungkin akan kamu rasakan saat menggunakan leverage.

  1. Keuntungan yang Berkali Lipat

Leverage memang berfungsi salah satunya untuk membuat investor mampu mendapatkan keuntungan yang besar dengan modal yang sedikit. Ketika kamu berhasil memperhitungkan kapan harus menggunakan leverage, kamu bisa untung sangat banyak.

Bahkan, semakin besar leverage yang kamu gunakan, semakin besar pula keuntungan yang mungkin akan kamu dapatkan dalam proses trading mata uang kripto.

Namun, tentunya kamu harus mempertimbangkannya sebaik mungkin dan menggunakan leverage ketika kondisi pasar tengah berpihak padamu. Biasanya, para trader menggunakan leverage untuk mendapatkan keuntungan ini untuk short trading.

  1. Variasi Strategi Investasi

Selain untuk mendapatkan keuntungan yang besar, penggunaan leverage juga bisa dijadikan sebagai variasi strategi oleh para trader. Mungkin, sebagian dana yang digunakan trader pada exchange tertentu digunakan khusus untuk menggunakan leverage.

Di sisi lain, akun yang satunya pada exchange lain digunakan untuk jangka panjang dengan melakukan hold dan trading tanpa leverage. Variasi strategi ini mungkin bisa kamu lakukan untuk mendapat keuntungan sekaligus menjaga portofolio tetap bernapas.

  1. Kerugian yang Berkali Lipat Pula

Selain keuntungan, leverage tentu memberikan kerugian yang bisa dibilang tidak main-main. Kalau kamu sampai salah perhitungan, bukannya keuntungan yang kamu dapatkan, justru kerugian berkali lipat yang kamu tuai.

Semakin besar leverage yang kamu gunakan, semakin besar kerugian yang akan kamu dapatkan kalau harga mata uang kripto yang kamu target turun dalam satu waktu.

Oleh karena itu, kamu harus bisa mengambil momen kapan kamu harus menggunakan leverage dalam kegiatan trading milikmu.

  1. Beban Psikologis yang Besar

Volatilitas yang besar dari mata uang kripto tentunya membuat kita khawatir sekaligus senang pada satu sisi. Pasalnya, jika harga mata uang kripto naik sangat tinggi, kamu bisa mendapatkan keuntungan yang sangat besar.

Namun, saat harga turun drastis, kerugian yang kamu tuai juga bisa sangat mengerikan. Hal tersebut yang kadang membuat beban psikologis yang kamu rasakan ketika menggunakan leverage sangat besar.  Apalagi kalau modal yang dipertaruhkan sangat besar.

Itu tadi sekilas penjelasan mengenai leverage dan apa itu leverage. Semoga bisa menambah wawasanmu dalam melakukan proses trading kripto. Selamat mencoba dan semoga sukses.

(*)

Muhammad Zaki Fajrul Haq
Author: Muhammad Zaki Fajrul Haq

Follow me at @mzfajrulhaq (Instagram) or @ZakiFajrul (Twitter).

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments