Apa itu Bitcoin Cash? Versi Bitcoin dengan Biaya Transaksi yang Lebih Rendah

Apa itu Bitcoin Cash

Share :

Apa itu Bitcoin Cash?

Apa itu Bitcoin Cash? Bitcoin Cash adalah mata uang kripto dengan sistem uang elektronik peer-to-peer terdesentralisasi yang mirip dengan Bitcoin (BTC). Diperkenalkan ke publik pada 2017, kini harga Bitcoin Cash (BCH) berada di angka $39.201 per 2 Agustus 2021 dengan kapitalisasi pasar sekitar $736 miliar.

Sejarah Bitcoin Cash

Diluncurkan sejak Agustus 2017, Bitcoin Cash lahir karena adanya perbedaan pendapat dari pengguna Bitcoin mengenai ukuran blok dalam blockchain. Ukuran blok dipandang sebagai salah satu faktor penting karena berkaitan dengan pemrosesan volume transaksi.

Semakin besar ukuran blok, maka semakin banyak transaksi yang dapat ditambahkan. Namun berdasarkan protokol Bitcoin yang ada selama ini, ukuran setiap blok transaksi dibatasi hingga 1 MB.

Pada awalnya, ukuran tersebut tidak pernah dipermasalahkan. Namun karena pertumbuhan jumlah pengguna Bitcoin, maka transaksi yang dilakukan pun mengalami peningkatan. Banyaknya transaksi yang harus ditambahkan dan diverifikasi membuat persaingan blok semakin ketat.

Kompetisi tersebut berdampak pada biaya transaksi yang lebih tinggi dan waktu penyelesaian transaksi yang lebih lama daripada biasanya. Maka dari itu, beberapa pihak mengusulkan penambahan ukuran blok pada Bitcoin. Namun sebagian pihak lainnya juga merasa perlu mempertahankan ukuran blok saat ini.

Perbedaan pendapat yang tak kunjung menemui jalan tengah pada akhirnya menghasilkan kondisi ‘hard fork di komunitas Bitcoin, yakni kondisi dimana ada dua arus yang berbeda.

Dalam rangka menyingkirkan keterbatasan inovasi, komunitas bitcoin tercabang ke dalam dua versi yang berbeda. Bitcoin (BTC) dengan versi ukuran blok yang lama dan Bitcoin Cash (BCH) dengan versi peningkatan ukuran blok.

Perbedaan Bitcoin Cash dengan Bitcoin

Secara umum, karakteristik Bitcoin Cash hampir mirip dengan Bitcoin (BTC). Namun ada beberapa hal yang membedakan keduanya, yaitu:

1. Kapasitas maksimum blok

Perbedaan Bitcoin dan Bitcoin Cash yang utama terletak pada ukuran bloknya. Jika Bitcoin (BTC) mengikuti protokol lama dengan batas maksimum blok 1 MB, Bitcoin Cash menghadirkan kapasitas yang jauh lebih besar yaitu sekitar 32 MB.

Peningkatan kapasitas maksimum ini bertujuan untuk dapat memproses volume transaksi lebih besar. Bitcoin memiliki kecepatan pemrosesan transaksi sekitar 3-7 transaksi per detik, sedangkan BCH dapat memproses hingga 200 transaksi per detik, sekitar 29x lebih banyak.

Dengan kecepatan transaksi tersebut, BCH mampu mengurangi tarif per transaksinya sehingga terhitung lebih murah. Dilansir dari laman Cointelegraph, BCH telah mencapai lebih dari 9000 transaksi per detik dan mencatatkan 16,4 juta transaksi dalam satu blok sepanjang paruh pertama 2021.

2. Dukungan Smart Contract

Selain transaksi dasar yang dapat dilakukan, pengguna juga dapat mengaktifkan berbagai fungsi transaksi yang lebih kompleks dengan menggunakan Smart Contract.

3. Schnorr Signature

Skema tanda tangan digital ini didukung oleh protokol Bitcoin Cash, namun belum diadopsi secara luas. Tanda tangan digital ini dimaksudkan untuk memperkecil penggunaan ruang, sehingga biaya transaksinya pun lebih murah.

4. Algoritma Penyesuaian Kesulitan

Salah satu kelebihan cryptocurrency ini adalah memiliki algoritma penyesuaian kesulitan pada sistemnya. Algoritma tersebut dimaksudkan untuk mengontrol penambahan blok baru agar tetap berada pada tingkat yang stabil (setiap 10 menit).

Algoritma akan menyesuaikan kesulitan akses blok menjadi lebih cepat atau lebih mudah. Hal tersebut tergantung pada produksi blok baru, lebih cepat atau lebih lambat dari kecepatan produksi blok yang seharusnya.

Fitur Bitcoin Cash

Berikut beberapa fitur kelebihan yang dimiliki oleh Bitcoin Cash, diantaranya:

1. Terbuka

Sistem ini tidak mempunyai pemilik dan tidak dapat dikontrol oleh pihak atau instansi tertentu. Setiap protokol yang ada ditetapkan oleh pengguna sendiri melalui konsensus.

2. Transparan

Seluruh transaksi Bitcoin Cash yang dilakukan oleh pengguna akan tercatat di blockchain dan dapat dilihat oleh publik. Poin positifnya, sistem ini meminimalisir resiko penipuan dan memudahkan publik untuk melacak kepemilikan Bitcoin.

3. Pseudonim

Dalam rangka meminimalkan resiko penyalahgunaan identitas, pengguna BCH dapat menggunakan nama samaran untuk akun transaksinya.

4. Aman, Cepat, Terjangkau

Teknologi blockchain memberi jaminan bahwa transaksi yang telah ditambahkan tidak dapat diubah dengan mudah. Selain itu biaya transaksi BCH juga lebih terjangkau dan cepat.

Cara Kerja Bitcoin Cash

Cara Kerja Bitcoin Cash sama persis dengan Bitcoin. Sistem menggunakan node dan algoritma PoW (Proof-of-Work) untuk memvalidasi transaksi. Perbedaannya hanya terletak pada tingkat operasi BCH yang lebih cepat dan biayanya lebih rendah.

Bitcoin Cash juga terhubung dengan Smart Contract seperti CashShuffle dan CashFusion. CashShuffle memungkinkan pencampuran koin sehingga transaksi menjadi lebih pribadi dan sulit dilacak. Layanan ini membutuhkan pihak ketiga.

Sementara itu, CashFusion bekerja dengan menempatkan BCH dalam sebuah transaksi besar yang dipenuhi pengguna CashFusion lainnya. Setelah selesai, BCH akan dikembalikan ke dompet pengguna lagi.

Setelah mengulik sedikit informasi mengenai Bitcoin Cash, apakah kamu tertarik untuk mencoba transaksi aset kripto satu ini?

(*)

Muhammad Zaki Fajrul Haq
Author: Muhammad Zaki Fajrul Haq

Follow me at @mzfajrulhaq (Instagram) or @ZakiFajrul (Twitter).

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments