Ada Wacana Larangan Kripto, Coinbase Nekat Buka Kantor di India

Coinbase Putuskan Berinvestasi di Titan

Share :

Kanalcoin.com – Operator pertukaran mata uang kripto terbesar di dunia, Coinbase, dikabarkan akan membuka kantor cabang mereka yang ada di India. Padahal, pada waktu yang bersamaan, muncul wacana kalau India akan segera melarang seluruh bentuk mata uang kripto di negaranya.

Kepastian Coinbase yang akan membuka kantor cabang di India dapat dilihat dari berbagai lowongan pekerjaan yang mereka posting pada akun resmi Linkedin milik mereka. Dalam pernyataannya, Coinbase membuka beberapa posisi untuk diisi oleh warga terbaik India.

“Kami dengan senang hati mengumumkan bahwa Coinbase membangun cabang bisnis di India. Dengan menampung beberapa layanan TI, termasuk teknik, pengembangan perangkat lunak, dan operasi dukungan pelanggan di India, kami akan mendapatkan keuntungan dari kumpulan besar bakat teknik kelas dunia,” tulis Coinbase dalam pengumumannya, dikutip Kanalcoin.com dari News.Bitcoin.com.

“India telah lama dikenal sebagai pusat inovasi teknik dan teknologi, dan kami berharap dapat menemukan bakat kelas dunia itu untuk membantu grup Coinbase mengembangkan cara baru bagi pelanggan kami untuk berinteraksi dengan ekonomi kripto,” lanjut pengumuman tersebut.

Coinbase juga menyampaikan kalau mereka berniat untuk menghadirkan kantor fisik di Hyderabad. Akan tetapi, kondisi keamanan karena COVID-19 masih menjadi pertimbangan mereka untuk saat ini.

“Kami berharap untuk membuka kantor fisik, awalnya di Hyderabad, untuk karyawan India jika kondisi terkait COVID memungkinkan,” bunyi pernyataan Coinbase.

Di akun resmi Linkedin mereka, Coinbase membuka 15 lowongan pekerjaan untuk mengisi posisi di kantor cabang Coinbase di India. Selain India, Coinbase juga membuka lowongan di beberapa negara lain, seperti Amerika Serikat, Inggris, Irlandia, Jepang, Singapura, Kanada, dan Filipina.

Di sisi lain, pengumuman soal pendirian kantor cabang di India bertepatan dengan ketidakpastian soal regulasi mata uang kripto di sana. Ada laporan yang menyampaikan kalau pemerintah India berencana untuk melarang mata uang kripto.

Kabarnya, RUU mata uang kripto harusnya diperkenalkan pada sesi Anggaran Parlemen beberapa waktu lalu. Akan tetapi, sesi tersebut sudah berakhir dan RUU tentang mata uang kripto tidak diperkenalkan dalam sidang tersebut.

Menteri Keuangan India, Nirmala Sitharaman, menyanggah kabar tersebut. Sitharaman menyampaikan kalau RUU tentang mata uang kripto di India sedang dalam proses penyusunan. Pemerintah India akan tetap mencoba untuk mengakomodasi adanya regulasi soal mata uang kripto di negaranya.

Sementara itu, Bank Sentral India atau Reserve Bank of India (RBI) sempat mengkhawatirkan kehadiran mata uang kripto kepda pemerintah India. Bahkan, Gubernur RBI, Shaktikanta Das, menyebut kalau pihaknya dan pemerintah tengah membicarakan hal tersebut.

Terlepas dari semua hal tersebut, Coinbase akan tetap membuka kantor cabang di India. Selain itu, Coinbase tengah mempersiapkan initial public offering (IPO) melalui daftar di Nasdaq. Sebelumnya, upaya Coinbase itu sempat ditunda karena mereka didenda $6,5 juta oleh Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas Amerika Serikat (CFTC).

(*)

Muhammad Zaki Fajrul Haq
Author: Muhammad Zaki Fajrul Haq

Follow me at @mzfajrulhaq (Instagram) or @ZakiFajrul (Twitter).

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments